Tidak Menutup Kemungkinan Teroris Bisa Bersembunyi di Paser

558

SOROT – Wakil Bupati (wabup) Paser HM Mardikansyah memerintahkan kepada para camat dan lurah agar menyampaikan kepada para ketua RT untuk lebih aktif melakukan pendataan dan pemantauan kepada setiap pendatang baru di wilayah masing-masing.

Hal tersebut disampaikan wabup saat memberikan arahan pada acara dialog dan silaturahmi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda di Aula Pendopo Lou Bepekat Paser, Senin (5/6/17) lalu.

Kepolisian Republik Indonesia saat ini kata Mardikansyah, sedang gencar-gencarnya melakukan upaya penanggulangan terorisme di seluruh wilayah Indonesia, termasuk operasi besar-besaran yang dilakukan Pemerintah Filipina melawan kelompok teroris Maute di Marawi, Mindanau, Filipina.

Dengan begitu, kata Mardikansyah tentu saja berdampak makin terdesaknya para kelompok teroris tersebut, dan tidak menutup kemungkinan mereka akan masuk ke wilayah Kalimantan Timur khususnya Kabupaten Paser untuk bersembunyi.

Oleh karena itu, tujuan dilakukan pendataan kepada pendatang baru guna mencegah masuknya orang-orang yang tidak bertanggung jawab ke wilayah Kabupaten Paser.

“Khususnya untuk mengantisipasi masuknya kelompok-kelompok teroris dan kelompok paham radikal,” kata Mardikansyah.

Selain itu kata wabup, di wilayah perbatasan khususnya Kaltim Kaltara juga banyak jalur tikus diduga kuat bakal dimanfaatkan teroris Filipina untuk masuk ke Indonesia.

Arahan Madikansyah juga dipertegas oleh Unit Inteldim 0904/TNG Letda Chb Ahmad Suhadi terkait kemungkinan adanya sel-sel atau benih-benih teroris di Kabupaten Paser dan ini menjadi salah satu atensi Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).

“Baru-baru ini Kodim Paser bersama dengan lima Kodim lainnya diwilayah Kalimantan TImur di undang pihak BNPT melakukan pertemuan di Balikpapan membahas masalah penanggulangan teroris di Kaltim,” jelas Ahmad Suhadi yang turut hadir dalam acara tersebut.

Suhadi menceritakan, salah satu terduga teroris yang tergabung dalam kelompok bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Agus Riyanto yang pernah bermukim di Kecamatan Tanah Grogot, tewas dalam baku tembak dengan polisi di Desa Sanginora, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, 9 Februari 2016 lalu.

“Kami juga berharap kepada Forkopimda, instansi pemerintahan, para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda serta elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan deteksi dini guna antisipasi lahirnya sel-sel atau benih-benih teroris di Kabupaten Paser,” ucapnya. (rsd)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.