RSUD Panglima Sebaya Tingkatkan Pelayanan Cuci Darah

542

Wawasan Perawat Tentang Pencegahan Gagal Ginjal Ditingkatkan

SOROT – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panglima Sebaya Tanah Grogot Kabupaten Paser, Kalimantan Timur terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada pasien, khususnya pasien hemodialisa atau yang biasa dikenal masyarakat dengan cuci darah.

Dalam mewujudkan upaya tersebut, RSUD Panglima Sebaya beberapa waktu lalu melakukan simposium terkait penyakit gagal ginjal, dengan menghadirkan Dokter Spesialis Penyakit Hinjal dan Hipertensi yaitu Dr. dr. H. Muhammad Rudiansyah, M.Kes., SpPD. KGH.FINASIM dari RS Ulin Pusat Rujukan Banjarmasin.

“Simposium tersebut diperlukan untuk memberikan pemahamaan kepada Perawat di RSUD dan di puskesmas tentang gagal ginjal, perawatan akses pembuluh darahnya juga penting dipahami karena ini sangat penting untuk bisa cuci darah,” kata dr Widi Helen, SpPD-FINASIM sebagai penanggung jawab Pemberi layanan hemodialisa di RSUD Panglima Sebaya,

Helen mengatakan, upaya lain untuk meningkatkan layanan yakni rencana adanya ruangan yang lebih luas dengan penambahan mesin hemodialisa diperuntukkan pasien.

Begitu juga peningkatan wawasan para medisnya. Perawat diharap terus dapat belajar diagnosa keperawatan yang benar, khususnya untuk penyakit gagal ginjal.

“Satu hal yang masih dibutuhkan adalah pelatihan buat perawat dan semua sukarelawan untuk memberikan motivator buat mereka yang menderita gagal ginjal dan mendapat hemodialisa,” kata Helen.

Berdasarkan data Tim Hemodialisis RSUD Panglima Sebaya, pasien cuci darah di Paser sejak tahun 2017 hingga saat ini mengalami peningkatan. Pada tahun 2017 terdapat 67 pasien, 2018 sebanyak 74 pasien, sedangkan 2019 tercatat 59 pasien.

“Dari semua penderita tersebut terbanyak adalah mereka yang mempunyai riwayat penyakit Diabetes Militus biasa dikenal kencing manis dan penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi,” katanya.

Jumlah pasien gagal ginjal di Paser setiap saat semakin bertambah. Dengan keterbatasan mesin untuk cuci darah, pasien tidak jarang harus berobat ke Balikpapan. Ini melelahkan pasien dan keluarga.

Oleh karena itu, penting adanya upaya pencegahan dini agar ginjal tetap sehat dan tidak mengalami kerusakan.

Upaya pencegahan yaitu dengan:
1. Melakukan aktivitas fisik teratur;
2. Makan makanan sehat (rendah lemak, rendah garam, tinggi serat;
3. Kontrol tekanan darah dan gula darah;
4. Monitor berat badan dan mempertahankan berat badan normal;
5. Minum air putih minimal 2 liter per hari;
6. Tidak konsumsi obat-obatan yang tidak dianjurkan;
7. Tidak merokok. (kfp)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.