Biaya Penyelenggaraan Pilkada, Bupati Paser Tandatangani NPHD Sebesar Rp 32 Miliar

302

SOROT – Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawi dan Ketua Komisi Pemiliha Umum (KPU) Kabupaten Paser Abdul Qayyim Rasyid, menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sebesar Rp 32 miliar. Dana hibah itu selanjutnya dikelola KPU Paser untuk membiayai penyelenggaraan Pilkada Paser 2020, Jumat (4/10/2019).

Penandatanganan NPHD yang berlangsung di ruang kerja Bupati Paser, disaksikan Wakil Bupati Paser H Kaharuddin, Kepala BPKAD Abdul Kadir, Kepala Kesbangpol Paser M Tauhid, Kabag Pemerintahan Setda Paser Siti Makiah dan sejumlah pejabat lainnya.

Agenda penandatanganan NPHD sebenarnya telah dijadwalkan tanggal 1 Oktober 2019, tetapi tertunda karena ada agenda rapat yang wajib diikuti. “Kami minta maaf karena ada agenda rapat yang tidak bisa ditunda, penandatanganan NPHD baru bisa dilaksanakan hari ini,” kata Yusriansyah.

NPHD sebesar Rp 32 miliar hasil pembahasan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Paser dan KPU Paser ini, lanjut Yusriansyah, diharapkan dapat membiayai seluruh kegiatan penyelenggaraan Pilkada Paser 2020. “Semoga tahapan Pilkada berjalan aman, lancar dan sukses,” harapnya.

Sementara itu, Ketua KPU Paser Abdul Qayyim Rasyid mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Pemkab Paser, dalam hal ini, Bupati Paser, Wabup, Sekda, TAPD dan semua pihak yang telah bekerja keras dalam pelaksanaan penandatanganan NPHD.

“Kami ucapkan terima kasih atas pelaksanaan penandatanganan NPHD ini, semoga menjadi awal yang baik bagi suksesnya Pilbup Paser 2020,” kata Qayyim.

Dengan anggaran yang telah disetujui Pemkab Paser, KPU Paser berusaha seluruh tahapan Pilkada Paser terakomodir pembiayaannya. Karena anggaran Pilkada yang diusulkan KPU Paser semula Rp 35 miliar, pasca rakor KPU di Jogyakarta naik menjadi Rp 39 miliar, tetapi bisa diakomodir Pemkab Paser Rp 32 miliar.

“Pak Bupati berharap Pilkada 2020 berjalan aman, lancar dan sukses. Artinya, dengan anggaran Pilkada Rp 32 miliar diharapkan menghasilkan Pilkada yang berkualitas. Kita diminta memaksimalkan anggaran yang tersedia tanpa mengurangi kualitas capaian program. Misalnya sosialisasi diprogramkan 10 kali, kita kurangi jadi 6 kali tapi capaiannya setara 10 kali,” terangnya. (kfp)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.