Waspada “Tamu Tak Diundang”: Mengenal Virus Hanta yang Kini Intai Kabupaten Paser
SOROTONLINE.COM – Suasana tenang di pemukiman warga Kabupaten Paser mendadak berubah menjadi kewaspadaan penuh. Bukan tanpa alasan, sebuah surat edaran resmi bernomor 400.7.7.1/920/DINKES/V/2026 baru saja diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Paser.
Isinya tegas: Waspada Virus Hanta.
Penyakit yang dibawa oleh hewan pengerat ini kini menjadi perhatian serius Sekretaris Daerah, Katsul Wijaya, yang menginstruksikan seluruh jajaran Camat hingga Ketua RT untuk bergerak cepat melakukan pencegahan.
Virus Hanta bukanlah ancaman yang bisa disepelekan. Berbeda dengan flu biasa, virus ini kerap bersembunyi di tempat-tempat yang jarang terjamah manusia, terbawa melalui tikus atau celurut yang mencari makan di dalam rumah.
“Jangan hanya dilihat sebagai hama biasa,” pesan tersirat dalam himbauan tersebut menekankan bahwa kontak sekecil apa pun dengan kotoran, urine, atau air liur tikus bisa berakibat fatal bagi kesehatan keluarga.
Salah satu poin paling krusial dalam himbauan Pemkab Paser kali ini adalah cara membersihkan rumah. Jika biasanya rajin disapu kering kotoran yang ada, kini protokolnya berubah.
Wet Cleaning (Pembersihan Basah): Dilarang keras menyapu kering kotoran tikus karena debunya bisa terbang dan terhirup. Gunakan kain basah atau cairan disinfektan.
Tutup Rapat “Pintu Masuk”: Periksa setiap lubang di dinding atau plafon rumah. Tikus adalah pesulap ulung yang bisa masuk melalui celah sekecil koin.
Wadah Tertutup: Pastikan sisa makanan tidak menjadi magnet bagi tikus. Gunakan wadah yang kedap dan kuat.
Masyarakat diminta untuk tidak menunda kunjungan ke Puskesmas jika merasakan tanda-tanda berikut, terutama jika baru saja melakukan aktivitas yang terpapar area kotor: Demam disertai sesak napas, demam disertai mata dan tubuh yang menguning.
“Jika ada riwayat kontak dengan tikus dan muncul gejala tersebut, segera lapor. Kecepatan adalah kunci penanganan Virus Hanta,” tulis arahan dalam edaran tertanggal 17 Mei 2026 tersebut.
Kunci utama keberhasilan melawan penyebaran virus ini bukan hanya di tangan tenaga medis, melainkan di tangan sendiri melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Mencuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas di luar rumah atau bersentuhan dengan tanah bukan lagi sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan mendesak.
Pemerintah juga menggerakkan kader kesehatan dan Ketua RT/RW di wilayahnya untuk memantau setiap warga yang menunjukkan gejala mencurigakan. (*)
Sumber Data:Surat Edaran Dinkes Kab. Paser Mei 2026.
