Menatap 1 Juli, Kala Lapangan Mako Polres Paser Menjadi Saksi Ketegasan dan Persiapan
SOROTONLINE.COM – Sinar matahari pagi baru saja menyapu Lapangan Apel Mako Polres Paser di Jalan Jenderal Sudirman, Senin (15/6/2026). Di bawah langit cerah Tanah Grogot, ratusan personel kepolisian berdiri tegap dalam barisan yang rapi.
Suasana khidmat begitu terasa saat Apel Jam Pimpinan dimulai, sebuah ritual mingguan yang kali ini membawa gaung yang sedikit berbeda.
Ada desah napas lega sekaligus riak persiapan yang mulai berdenyut di markas komando tersebut.
Mewakili Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo, Waka Polres Paser, Kompol Anton Saman, melangkah ke depan mimbar. Di hadapan para pejabat utama dan seluruh jajarannya, Anton memulai arahannya dengan sebuah senyuman apresiasi.
Seminggu terakhir, wilayah hukum Paser terbilang kondusif, nihil pelanggaran dari anggota, nihil kejadian menonjol, dan Pleton Siaga pun sukses menunaikan tugas tanpa cela. Namun, di balik ketenangan itu, ada sebuah tenggat waktu besar yang sedang berjalan mundur.
“Masih banyak agenda yang harus kita selesaikan. Jaga nama baik pribadi dan institusi, serta laksanakan tugas pelayanan dengan maksimal,” ucap Kompol Anton Saman, suaranya lantang memecah keheningan pagi.
Waktu terus bergulir. Tepat 15 hari lagi, Korps Bhayangkara akan merayakan hari jadinya yang ke-80. Angka delapan puluh bukanlah sekadar usia, melainkan simbol perjalanan panjang kematangan sebuah institusi penjaga keamanan negeri.
Bagi Polres Paser, tanggal 1 Juli 2026 bukan sekadar seremoni di atas kertas. Menjelang hari bersejarah tersebut, Kompol Anton Saman mengingatkan bahwa kesiapan harus dimulai dari hal-hal paling mendasar.
Bukan hanya soal dokumen atau strategi lapangan kata Dia, melainkan performa fisik, kerapian sikap tampang, hingga stamina setiap personel yang harus berada dalam kondisi prima.
Mempersiapkan upacara besar di tengah tugas rutin pelayanan masyarakat tentu bukan perkara mudah. Di sinilah kedisiplinan para personel sedang diuji.
Di akhir arahannya, sang Waka Polres menitipkan sebuah pesan mendalam. Baginya, seragam cokelat yang melekat di tubuh setiap personel bukan sekadar pakaian dinas, melainkan amanah dan harapan masyarakat Paser.
Waka Polres Paser juga mengingatkan agar menjaga marwah dan kehormatan institusi Polri di mata publik. Menghindari segala bentuk kesalahan, sekecil apa pun itu serta memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik dengan penuh rasa tanggung jawab.
Apel pagi itu pun berakhir seiring dengan bubarnya barisan. Namun, pesan yang disampaikan sang pimpinan tampaknya tetap tertinggal di kepala setiap personel.
Dengan langkah mantap, mereka kembali ke pos masing-masing, siap menyongsong Hari Bhayangkara ke-80 dengan wajah terbaik dan dedikasi yang tak goyah. (*)
