Pemkab Paser

Mengukir Sejarah di Bumi Daya Taka: Paser Menuju Panggung Tenis Meja Internasional


​SOROTONLINE.COM – Suasana di ruang rapat itu tampak serius namun penuh semangat. Di depan para Kepala OPD dan perwakilan pemangku kepentingan, Bupati Paser, dr Fahmi Fadli, menegaskan satu ambisi besar membawa nama Kabupaten Paser ke peta dunia melalui olahraga.

Tanggal 20 hingga 26 Juli 2026 bukan sekadar deretan angka di kalender bagi Pemerintah Kabupaten Paser. Itu adalah momen krusial saat Paser International Table Tennis Championship 2026 resmi digelar. Ini adalah kali pertama Paser berani melangkah ke level internasional.

Bagi Bupati Fahmi, turnamen tenis meja ini adalah sebuah strategi besar. Ia tidak ingin Paser hanya dikenal sebagai daerah yang sekadar lewat.

“Ini bukan hanya sekedar pertandingan. Kami punya maksud yang lebih besar,” ujar Fahmi di hadapan para peserta rapat, Kamis (9/7/2026) di Tanah Grogot.

Melalui kebijakan sport tourism, ia ingin memadukan antara keseruan kompetisi dengan pengenalan potensi daerah. Harapannya sederhana namun strategis: menarik kunjungan, mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan menghidupkan ekonomi kerakyatan melalui UMKM.

Optimisme ini bukannya tanpa alasan; pertumbuhan ekonomi Paser di triwulan pertama telah mencatatkan angka positif sebesar 3,6%, dan Bupati ingin stabilitas ini terjaga melalui perhelatan-perhelatan berskala besar.

Menyelenggarakan acara internasional tentu tidak mudah. Bupati Fahmi menyadari sepenuhnya tantangan yang ada, mulai dari teknis penyejuk ruangan (AC) di venue agar atlet merasa nyaman, hingga logistik penjemputan atlet di bandara agar tidak tersesat.

Bahkan, ada tantangan diplomasi administratif. Fahmi secara khusus meminta dukungan penuh pihak Imigrasi untuk memberikan kebijakan khusus bagi para atlet asing. Baginya, adalah sebuah tragedi jika para atlet yang telah menempuh perjalanan jauh justru terbentur kendala administrasi saat tiba di Paser.

“Kami khawatir mereka sudah jauh-jauh terbang dari luar negeri dengan susah payah sampai ke Paser enggak bisa main. Tolong mohon bantuannya,” pinta Bupati dengan nada persuasif.

Ia menyadari bahwa jarak antara Balikpapan menuju Paser menjadi tantangan geografis tersendiri. Namun, ia percaya bahwa keterbatasan itu bisa ditutupi dengan satu hal: keramahan dan pelayanan terbaik. Jika para atlet merasa nyaman, mereka tidak akan ragu untuk kembali lagi di masa depan.

Di balik kesiapan ini, terdapat sinergi kuat antara pemerintah, pihak keamanan, dan sektor swasta. Dukungan dari perusahaan seperti Kideco, yang turut menyediakan armada bus dan speedboat, menjadi bukti bahwa Paser International Table Tennis Championship adalah milik bersama.

Bupati bahkan secara khusus mengingatkan perihal penataan UMKM dan area parkir di kawasan Pendopo. Ia ingin pengalaman para pengunjung, baik atlet maupun penonton, menjadi pengalaman yang berkesan tanpa kekacauan.

“Harapan kami, mereka (atlet/pengunjung) tidak perlu pergi jauh-jauh keluar mencari makan dan minum. Kita mudahkan mereka,” tambah Fahmi.

Menutup arahannya, Bupati Fahmi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap turnamen perdana ini menjadi pijakan kuat untuk event-event selanjutnya.

Dengan disiplin persiapan dan kolaborasi yang solid, Paser kini tengah bersiap menyambut atlet dunia dengan tangan terbuka. Ini adalah ujian perdana, sekaligus pembuktian bahwa Kabupaten Paser mampu melangkah lebih jauh, membawa nama daerah harum di kancah internasional melalui sebuah pukulan spin dan smash di atas meja tenis. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.