Menilik Wajah Baru Lati Petangis: Dari Bekas Tambang Menjadi Oase Hijau di Paser
SOROTONLINE.COM– Menjejakkan kaki di Taman Hutan Raya (Tahura) Lati Petangis, pengunjung seolah diajak melupakan sejenak narasi masa lalu kawasan ini.
Terletak di Desa Petangis, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, lahan yang dulunya merupakan bekas konsesi pertambangan batubara ini telah bertransformasi total.
Kini, bukan lagi debu tambang yang menyambut, melainkan pemandangan danau yang tenang dengan pantulan langit, dibingkai apik oleh rimbunnya pepohonan hijau yang mulai tumbuh subur.

Sabtu (11/7/2026) siang, kawasan ini tampak cukup ramai dikunjungi masyarakat yang ingin melepas penat. Salah satunya adalah Muhibah, seorang pengunjung yang terpikat oleh pesona alami Lati Petangis.
Baginya, tempat ini menawarkan ketenangan yang sulit dicari di tengah hiruk-pikuk kota. ”Di sini sangat indah pemandangannya dan udara juga sangat segar,” ujar Muhibah di sela kunjungannya.
Berjalan menyusuri jogging track yang membentang rapi di sepanjang tepian danau, pengunjung dapat melihat betapa seriusnya pemerintah daerah dalam menata kawasan ini.
Jalur beton yang bersih membelah kawasan hijau, memudahkan siapa saja untuk menikmati lanskap danau dari berbagai sudut.
Kawasan yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Paser ini memang tengah digadang-gadang menjadi destinasi wisata unggulan.
Bagi mereka yang mencari suasana outdoor, area ini telah dilengkapi dengan campingground, arena bermain, hingga berbagai spot berswafoto yang instagramable.
Tak sekadar tempat rekreasi, Tahura Lati Petangis juga menjadi laboratorium alam. Hutan yang kembali pulih ini kini menjadi rumah bagi ragam flora dan fauna. Yang paling istimewa, kawasan ini menjadi habitat bagi lutung dahi putih satwa langka yang dilindungi.
Meski menawarkan keindahan, ada catatan bagi calon pengunjung, seperti yang dirasakan Muhibah, ia menyarankan agar pengunjung mempersiapkan diri dengan baik sebelum berangkat. “Cuma kalau kita ke sini harus bawa makanan, karena di sini nggak ada pedagang makanan,” tambahnya.
Selain itu, bagi mereka yang berencana berkunjung, disarankan untuk tetap waspada selama perjalanan. Akses menuju lokasi terutama jika Anda berkunjung saat musim hujan kondisi jalan berpotensi licin.
Terlepas dari keterbatasan fasilitas pendukung di dalam area, Tahura Lati Petangis tetaplah permata tersembunyi di Kabupaten Paser. Sebuah bukti nyata bahwa lahan pascatambang, jika dikelola dengan bijak, bisa kembali memberikan kehidupan dan kebahagiaan bagi masyarakat melalui wajah wisata alam yang asri. (rsd)
