Fasilitas Bedah Modern Diresmikan, Pemkab Paser Dukung Pengembangan Fasilitas RSUD Panglima Sebaya
SOROTONLINE.COM – RSUD Panglima Sebaya Kabupaten Paser terus memperkuat pelayanan kesehatan melalui peningkatan fasilitas bedah dan perluasan akses tindakan medis bagi masyarakat.
Hal ini ditandai dengan peresmian Gedung Instalasi Bedah Sentral (IBS) Lantai 3 serta pembukaan bakti sosial (baksos) operasi katarak gratis, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Paser, Romif Erwinadi, yang mewakili Bupati Paser. Peresmian gedung dan pelaksanaan baksos menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan operasi katarak.
Dalam sambutannya, Romif menyoroti panjangnya antrean pasien operasi katarak yang menggunakan layanan BPJS Kesehatan. Dengan kuota pelayanan reguler yang hanya sekitar 20 pasien per bulan, waktu tunggu pasien yang sebelumnya berkisar dua bulan kini dapat mencapai satu tahun.
Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam memberikan akses pelayanan kesehatan mata secara optimal kepada masyarakat.
Karena itu, Romif menyampaikan apresiasi kepada RSUD Panglima Sebaya yang berkolaborasi dengan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Kalimantan Timur untuk menyelenggarakan operasi katarak gratis.
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada RSUD Panglima Sebaya yang berkolaborasi dengan PERDAMI Kalimantan Timur untuk menyelenggarakan bakti sosial ini. Ini merupakan langkah nyata untuk mengurai antrean panjang,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan sosial tersebut diharapkan dapat membantu pasien memperoleh tindakan operasi tanpa harus menunggu terlalu lama, sekaligus memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Selain membuka akses operasi katarak gratis, RSUD Panglima Sebaya juga mencatat peningkatan fasilitas pelayanan bedah melalui peresmian Gedung IBS Lantai 3.
Romif menyebut, kehadiran fasilitas baru tersebut menjadi kemajuan penting bagi pelayanan kesehatan di Kabupaten Paser. Dukungan sarana dan teknologi yang lebih modern diharapkan mampu meningkatkan kualitas tindakan bedah serta memperkuat aspek keselamatan pasien.
“Sebagai rangkaian dari peringatan hari jadi ini, kita juga mencatat sejarah baru dengan meresmikan Gedung Instalasi Bedah Sentral Lantai 3. Fasilitas baru ini merupakan lompatan teknologi yang luar biasa bagi daerah kita,” ungkap Romif.
Ia berharap keberadaan gedung baru tersebut dapat mendukung pelayanan bedah yang lebih baik, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Direktur RSUD Panglima Sebaya, dr. Kamal Anshari, menjelaskan bahwa sebelum penambahan fasilitas di lantai 3, rumah sakit memiliki tujuh kamar operasi. Lima kamar digunakan untuk operasi elektif atau tindakan yang telah direncanakan, sedangkan dua lainnya digunakan untuk operasi cito atau tindakan darurat, termasuk penanganan pasien dari Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Dengan penambahan tiga kamar operasi baru, total kamar operasi di RSUD Panglima Sebaya kini menjadi 10.
Kamal mengatakan, fasilitas baru tersebut dirancang menggunakan sistem modern dengan standar internasional, termasuk sistem panel dan pengendalian terpusat untuk menunjang kebutuhan ruang operasi.
“Sekarang kita menambah tiga kamar operasi lagi dengan standar yang sudah internasional. Sistemnya sudah menggunakan panel dan tersentral. Pengontrolan udara, kualitas udara, oksigen, dan lainnya dilakukan secara terpusat, termasuk kelistrikan,” jelasnya.
Kamal menambahkan, fasilitas ruang operasi yang dibangun melalui bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tersebut dilengkapi berbagai sistem penunjang untuk mendukung keamanan pasien maupun tenaga medis.
Pengendalian udara, kualitas udara, pasokan oksigen, serta kelistrikan yang terintegrasi menjadi bagian dari sistem pendukung operasional ruang bedah.
Selain itu, fasilitas tersebut juga dilengkapi sistem dan ruang pendukung pencegahan infeksi guna membantu menjaga keselamatan pasien selama menjalani tindakan operasi. (adv)
