Anggaran Pengelolaan Data TV dan Radio Skala Prioritas

SOROT – Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Paser dengan Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Paser berlangsung , Kamis (27/4/17) di Tanah Grogot Kabupaten Paser, Kaltim.

Acara yang digelar di ruang rapat Bapekat dewan itu, membahas empat hal, yakni persoalan E-Government, pengelolaan Data TV, Radio Pemerintah Daerah dan Menara untuk daerah yang tidak ada jaringan (blank spot).

Adi Maulana Kadis DKISP dalam kesempatan itu mempresentasikan tugas pokok dan fungsi dinas yang dipimpinnya. Salah satunya tentang rencana pembangunan E-Goverment.

“Saat ini kita masih dalam tahap master plan untuk penerapan E-Government. Segala persyaratan seperti sarana dan prasarana penunjang dan SDM akan dilengkapi setelah master plan,” kata Adi.

E-Government kata Adi Maulana dapat memudahkan monitoring pelayanan pemerintah antar instansi dan mempermudah masyarakat saat berurusan dengan pemerintah.

Masih dari DKISP, Ropi’i Kepala seksi media publik juga menjelaskan persoalan Data TV yang dihadapi saat ini, karena tak jarang kata dia, masyarakat sering mempertanyakan ketidakhadiran siaran televisi milik Pemerintah Kabupaten Paser itu.

“Warga sering tanya ke kami, kenapa Data TV kok ngak pernah kelihatan lagi di tivi, padahal kita juga pengen tahu kabar pembangunan di Paser ini,” kata Ropi’i.

Dulu kata Ropi’i, kru Data TV sering kali mendapat kesulitan untuk menjangkau lokasi liputan karena tidak ditunjang biaya mobilisasi, tapi untuk menjawab kendala itu, dirinya terpaksa harus melobi instansi lain untuk memintakan tumpangan para kru tivi tersebut.

“Biasa kalau ada acara kunjungan bupati ke desa, kita cari tumpangan ke dinas lain biar kru Data TV bisa tetap melakukan peliputan di acara kunjungan bupati, meskipun kita tak memiliki anggaran,” kata Ropi’i.

Mendengar keluhan itu, pimpinan rapat yang juga Ketua Komisi ll DPRD Paser, Amiruddin meminta kepada instansi terkait seperti Bappeda agar memprioritaskan pada anggaran APBD Perubahan 2017 untuk dianggarkan.

“Anggaran yang diperlukan Data TV dan Radio harus menjadi skala prioritas, karena mengingat sebentar lagi bulan puasa, tentunya nanti ada namanya safari ramadhan dan acara lainnya,” kata Amiruddin.

Diantara Anggota Komisi ll yang ikut hadir juga mengatakan selain harus eksis melakukan siaran juga diperlukan adanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, dan ini semua tentu melalui pelatihan. (rsd)

admin1:

This website uses cookies.