News

31 Pelaku Ekraf Paser Dapat Pelatihan dan Sertifikasi Videografi

SOROTONLINE.COM – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser berikan pelatihan dan sertifikasi kepada 31 pelaku usaha Ekonomi Kreatif (Ekraf) bidang media dan desain di Bumi Daya Taka.

Kegiatan yang digelar selama tiga hari, dimulai 8 sampai 10 September 2026, di Kriyad Hotel Sadurengas, menjadi upaya Disporapar Paser meningkatkan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku ekonomi kreatif di daerah.

Plt. Kepala Bidang Ekraf Disporapar Paser, Khairuddin, mengatakan kegiatan pelatihan tersebut difokuskan pada peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam bidang videografi, mulai dari pengambilan hingga pengolahan video.

Dengan menghadirkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Fotografer Indonesia sebagai narasumber sekaligus penguji, 31 videografer di Bumi Daya Taka tersebut diharapkan tidak hanya sekedar memperoleh ilmu baru, tapi juga mendapat pengakuan profesional terhadap kompetensi yang mereka miliki.

“Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, peserta diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga memperoleh pengakuan kompetensi secara profesional,” katanya, Kamis (10/9/2026).

Disamping itu, Khai juga berharap melalui peningkatan kompetensi tersebut, para peserta tidak hanya dapat menghasilkan karya kreatif yang lebih berkualitas, tapi juga mampu memperkuat sektor ekonomi kreatif di daerah, dan mendukung promosi berbagai potensi Kabupaten Paser, termasuk pariwisata, budaya, dan produk unggulan daerah.

“Kami berharap para peserta dapat menghasilkan karya-karya kreatif yang mampu mendukung perkembangan ekonomi kreatif dan promosi potensi daerah,” terangnya.

Khai berharap pengakuan melalui sertfikasi kompetensi tersebut tidak hanya dapat menjadi daya tawar yang lebih kuat dalam memasuki pasar jasa kreatif, tapi juga dapat menjadi modal untuk meningkatkan kepercayaan calon klien, memperluas jaringan kerja, serta membuka peluang mendapatkan proyek baik dari lingkungan pemerintah maupun sektor swasta.

“Dengan adanya pengakuan kompetensi ini, tentu akan menjadi nilai tambah bagi mereka untuk menjalin kerjasama dengan pemerintah, perusahaan, maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” pungkasnya.

Disporapar Paser berharap, dengan banyaknya videografer lokal yang mampu menangkap peluang dari meningkatnya kebutuhan konten digital dan promosi visual. Maka, penguatan kompetensi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas karya, tetapi juga dapat membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan usaha ekonomi kreatif di daerah. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.