TPS di Paser Dihias Layaknya Pesta Pernikahan

860

SOROT – Suasana Tempat Pemungutan Suara (TPS) 02, Desa Tajer Mulya, Kecamatan Longikis, Kabupaten Paser, pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltim, Rabu (27/6/18) layaknya seperti pesta perkawinan.

Bertempat di halaman rumah warga, TPS tersebut dirancang seperti lokasi acara pernikahan, pernak-pernik dari berbagai bahan dekorasi menghiasi seluruh tempat itu, sehingga terkesan acara resepsi pernikahan.

“Janur dipasang disekeliling TPS, seperti diacara pernikahan, kira-kira seperti itu. beberapa pohon seperti beringin juga ada didalam ruangan,” kata Jon Wahyudi Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 02 Tajer Mulya, saat dihubungi melalui telpon.

Tak hanya soal tempat yang berbeda dengan TPS lainnya, di TPS 02 Desa Tajer Mulya para petugas KPPS dari kaum Hawa juga mengenakan gaun kebaya sementara dari kaum Adam menampilkan karakter pewayangan dari Jawa Tengah.

“Lingkungan kami kan orang Jawa, kami bikinlah karakter wayang seperti itu, setelah berunding dengan teman-taman yang lain termasuk pak Ketua PPS (Panitia Pemungutan Suara – red) Teguh Sriyono,” ucap Jon.

Sementara alasan merancang TPS seperti tempat acara resepsi pernikahan, adalah sebuah ajakan agar warga antusias datang ke TPS memberikan hak suara, sehingga angka golput bisa ditekan sekecil mungkin.

“Kenapa dibikin kayak pernikahan, biar orang kepo, jadi penasaran kan, mana pengantinnya, apa hidangannya, mungkin awalnya nggak mau hadir, tapi karena penasaran akhirnya hadir karena pengen tau bagaimana bentuknya,” ujarnya.

Cara unik seperti ini ternyata ampuh menarik minat mencoblos, terbukti tak banyak yang golput, menurut Jon, tidak sampai 10 persen yang tidak hadir memberikan hak suara.

“Mereka yang tidak hadir itu, dikarenakan banyak berada di luar daerah bekerja seperti di Balikpapan, ada juga yang bekerja di batubara, jadi nggak sempat pulang, dan sebagian lagi karena lanjut usia,” terangnya.

Terkait soal biaya kata Jon, sehingga bisa jadi seperti acara resepsi pernikahan, semuanya berasal dari swadaya masyarakat sekitar. “Biaya sumuanya dari warga, mereka juga membantu kita membuat,” tutupnya. (rsd)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.