News

588 WBP Rutan Tanah Grogot Menjemput “Kemenangan”


​SOROTONLINE.COM – Gema takbir masih menyisakan getaran di lapangan dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanah Grogot, Sabtu (21/03/2026). Di bawah terik matahari pagi yang mulai meninggi usai salat Idul Fitri 1447 H, suasana yang biasanya kaku dengan jeruji besi, mendadak cair oleh isak tangis dan pelukan syukur.

​Hari itu bukan sekadar perayaan kemenangan usai sebulan berpuasa. Bagi 588 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Idul Fitri kali ini membawa “hadiah” istimewa berupa Remisi Khusus (RK) dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

​Secercah Harapan di Hari yang Fitri
​Kepala Rutan Tanah Grogot, Yusuf Mukharom, berdiri di depan ratusan warga binaan dengan tatapan kebapakan. Secara simbolis, ia menyerahkan Surat Keputusan (SK) remisi yang menjadi bukti bahwa berkelakuan baik di dalam tahanan bukanlah usaha yang sia-sia.

​”Dari total hunian, sebanyak 588 orang resmi menerima remisi sesuai amanah UU Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan,” ujar Yusuf.

​Indikatornya jelas: mereka harus sudah berstatus narapidana, menjalani masa pidana minimal 6 bulan, dan yang paling utama, menunjukkan perubahan perilaku serta aktif mengikuti program pembinaan.

Angka di Balik Kebebasan
​Besaran pemotongan masa tahanan yang diterima para penghuni Rutan ini cukup bervariasi:
• ​RK I (Pengurangan Masa Tahanan):
• ​172 orang mendapat potongan 15 hari.
• ​413 orang mendapat potongan 1 bulan.
• ​1 orang mendapat potongan 1 bulan 15 hari.
• ​RK II (Langsung Bebas):
• ​2 orang yang beruntung bisa langsung melangkah keluar pintu gerbang hari itu juga.

​Secara demografis, mayoritas penerima remisi adalah warga lokal, dengan 352 orang berasal dari Kabupaten Paser dan 236 orang dari Penajam Paser Utara (PPU).

​Pesan Menyentuh: “La Tahzan, Innallaha Ma’ana”
​Di tengah prosesi tersebut, Yusuf Mukharom sempat terdiam sejenak, menyelipkan pesan personal yang menyentuh hati para warga binaan. Ia berbagi rasa kesedihan yang sama tentang jauh dari keluarga.
​”La tahzan innallaha ma’ana, jangan bersedih,” ucapnya lirih.

“Saya paham perasaan kalian. Saya pribadi sudah 20 tahun tidak merayakan Lebaran bersama keluarga karena tugas negara. Anggaplah keberadaan kalian di sini sebagai momentum untuk menjadi pribadi yang lebih baik.” terangnya.

​Kado Tak Terduga bagi Haryono
​Di sudut lapangan, mata Haryono berkaca-kaca. Ia adalah satu dari dua orang yang menerima RK II atau langsung bebas. Baginya, kebebasan ini seperti mimpi di siang bolong.

​”Habis salat Id saya kaget dipanggil ke depan. Saya pikir ada masalah apa, ternyata saya bisa pulang hari ini,” kata Haryono dengan suara bergetar.

​Ia mengaku sangat bersyukur atas bimbingan para petugas selama ini. “Di sini kekeluargaannya sangat baik, petugasnya ramah-ramah. Terima kasih sudah merawat dan membimbing kami hingga saya bisa menghirup udara bebas lagi,” pungkasnya sebelum bersiap melangkah menuju pintu gerbang untuk kembali ke pelukan keluarga.

​Idul Fitri di Rutan Tanah Grogot tahun ini menjadi bukti bahwa di balik tembok tinggi dan kawat berduri, kesempatan kedua selalu ada bagi mereka yang sungguh-sungguh ingin memperbaiki diri. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.