Peristiwa

Lewat ‘Paser Tuntas’, Mengubah Pengangguran Menjadi Peluang

​SOROTONLINE.COM  – Langkah kakinya mungkin sempat terasa berat, dibayangi ketidakpastian masa depan di tengah ketatnya persaingan dunia kerja. Namun, bagi ratusan pemuda di Kabupaten Paser, kecemasan itu perlahan mulai terkikis.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser tengah gencar merajut sebuah terobosan besar untuk menekan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), mengubah tantangan menjadi peluang nyata lewat program siap kerja dan siap berwirausaha.

Di ruang kerjanya pada Selasa (9/6/2026), Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Paser, Rizky Noviar, membeberkan komitmen besar tersebut. Melalui program unggulan bertajuk Paser Tuntas dan Pasti Vokasi, Pemkab Paser menggelontorkan anggaran APBD 2026 untuk mendanai 13 pelatihan kejuruan yang dilengkapi dengan sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Tahun ini ada 13 pelatihan kejuruan siap kerja dan siap berwirausaha yang kami laksanakan. Tujuannya jelas, meningkatkan kualitas sumber daya manusia calon tenaga kerja kita sekaligus menekan angka pengangguran,” ujar Rizky dengan nada optimis.

Strategi yang diterapkan tidak main-main. Dari 13 pelatihan yang dirancang, Pemkab Paser membaginya ke dalam dua jalur eksekusi demi efektivitas yang maksimal.

Pertama jalur kemitraan (pihak ketiga), mengakomodasi 8 pelatihan kejuruan yang dinamis dan sesuai tren pasar, seperti cleaning service, barbershop, make-up artist (MUA), tata boga, desain grafis, administrasi perkantoran, security Gada Pratama, hingga pemeliharaan alat mesin pertanian.

Kedua jalur mandiri (Balai Latihan Kerja Paser), memaksimalkan fasilitas daerah untuk 5 kejuruan teknis dan kreatif, meliputi pemasangan instalasi listrik bangunan sederhana, servis sepeda motor sistem injeksi, operator komputer muda, pembuatan roti dan kue, serta tata kecantikan.

Geliat program ini pun sudah terasa dampaknya. Hingga bulan Juni ini, 10 pelatihan telah sukses merampungkan kelasnya. Sementara itu, tiga pelatihan sisa yakni pemeliharaan alat mesin pertanian, pembuatan roti dan kue, serta tata kecantikan siap digulirkan dalam waktu dekat.

Merangkul yang kurang nampu, program hebat tidak akan berarti jika salah sasaran. Sadar akan hal itu, Rizky menegaskan bahwa program ini diprioritaskan bagi masyarakat yang paling membutuhkan.

Disnakertrans Paser mengintegrasikan sistem rekrutmen peserta dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kabupaten Paser.
​Hanya mereka yang berada di kategori Desil 1 hingga Desil 5 yang dapat lolos sebagai peserta.

Langkah ini diambil sebagai jaminan bahwa peluang emas ini benar-benar jatuh ke tangan warga kategori kurang mampu yang ingin mengubah nasibnya.

Namun, tidak berhenti pada urusan melatih keterampilan, Pemkab Paser juga merancang ekosistem pasca-pelatihan yang matang. Disnakertrans tidak ingin alumni pelatihan kebingungan setelah menggenggam sertifikat. Mereka langsung menggandeng dinas terkait dan Bankaltimtara.

Begitu lulus, para peserta dibantu untuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), pembuatan buku rekening, fasilitas QRIS untuk transaksi digital, hingga akses informasi Kredit Paser Tuntas sebagai modal awal membuka usaha mandiri.

Bagi mereka yang tidak memilih jalur wirausaha, Pemkab Paser telah menyiapkan “jembatan emas” berupa program magang kerja. Berkolaborasi dengan berbagai perusahaan mitra di Kabupaten Paser, para alumni pelatihan diterjunkan langsung ke industri.

Bagi para peserta, magang ini adalah wadah memamerkan talenta dan mengasah mental kerja. Namun bagi perusahaan mitra, kolaborasi ini membawa keuntungan strategis yang saling menguntungkan (win-win solution).

Keuntungan Strategis bagi Perusahaan Mitra yakni menjadi wadah terbaik untuk menjaring talenta potensial sejak dini, menekan biaya rekrutmen berkala, mendapatkan pasokan ide-ide segar dan inovatif dari generasi muda, serta meningkatkan produktivitas tim secara keseluruhan di dalam perusahaan.

​Melalui sinergi yang apik antara peningkatan kompetensi, validasi data yang tepat, dukungan modal, hingga akses langsung ke dunia kerja, Kabupaten Paser sedang membuktikan bahwa menekan pengangguran bukan sekadar retorika di atas kertas. Ini adalah tentang membuka pintu kesempatan dan memberikan kail bagi mereka yang siap memancing masa depan yang lebih cerah. (rsd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.