DPRD Paser

Infrastruktur hingga Layanan Air Bersih jadi Usulan Warga saat Hendrawan Putra Reses

SOROTONLINE.COM – Pembangunan infrastruktur dasar dan penguatan sektor pertanian masih menjadi kebutuhan utama masyarakat di Kecamatan Tanah Grogot. Berbagai usulan tersebut mencuat dalam kegiatan reses Wakil Ketua II DPRD Paser, Hendrawan Putra, di Daerah Pemilihan (Dapil) I yang berlangsung pada 8–13 Juni 2026.

Dalam serangkaian pertemuan bersama warga Desa Perepat, Desa Sungai Langir, dan Kelurahan Tanah Grogot, masyarakat menyampaikan beragam kebutuhan pembangunan yang dinilai mendesak. Mulai dari peningkatan jalan antar desa, perbaikan drainase, pembangunan jalan usaha tani, hingga penyediaan sarana pertanian dan akses air bersih menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan.

Hendrawan mengatakan, reses merupakan momentum penting bagi anggota legislatif untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung sekaligus memastikan kebutuhan warga dapat masuk dalam agenda pembangunan daerah.

“Melalui pertemuan seperti ini kami bisa mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan warga. Semua masukan akan kami catat dan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program pembangunan daerah,” ujar Hendrawan, Sabtu (13/6/2026).

Selain pembangunan infrastruktur, masyarakat juga mengusulkan pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan), pembangunan lantai jemur padi, alat cetak sawah, serta perluasan jaringan air bersih bagi wilayah yang belum terjangkau layanan PDAM.

Tak hanya itu, warga di kawasan pesisir turut menyampaikan harapan agar pemerintah dapat memberikan bantuan mesin keriting dan alat tangkap ikan guna meningkatkan hasil tangkapan serta produktivitas nelayan. Sementara di Kelurahan Tanah Grogot, kebutuhan pemasangan penerangan jalan umum (PJU) menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak disuarakan masyarakat.

Menurut Hendrawan, sebagian usulan tersebut sebenarnya telah disampaikan sejak beberapa tahun terakhir. Namun, keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi fiskal membuat sejumlah program belum dapat direalisasikan sepenuhnya pada tahun ini.

“Kami memahami harapan masyarakat yang ingin segera melihat pembangunan di lingkungannya. Karena itu, usulan yang belum terakomodasi akan kembali kami dorong agar bisa masuk dalam pembahasan APBD Perubahan maupun APBD 2027,” katanya.

Politisi yang telah tiga periode mengabdi di DPRD Paser itu menegaskan seluruh aspirasi yang diterima saat reses akan menjadi bagian dari Pokok Pikiran (Pokir) DPRD dan diperjuangkan agar masuk dalam daftar prioritas pembangunan daerah.

Ia optimistis berbagai kebutuhan masyarakat yang belum terealisasi pada Tahun Anggaran 2026 masih memiliki peluang untuk diwujudkan pada tahun mendatang, seiring dengan membaiknya kemampuan keuangan daerah.

“Yang terpenting bagi kami adalah memastikan aspirasi masyarakat tidak berhenti pada saat reses. Kami akan terus mengawal dan memperjuangkannya hingga masuk dalam program pembangunan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh warga,” tegasnya.

Di sisi lain, Hendrawan mengungkapkan bahwa sejumlah usulan masyarakat yang telah diakomodasi dalam APBD 2025 saat ini tengah memasuki tahap realisasi. Ia berharap program-program tersebut dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan menjadi bukti nyata komitmen DPRD dalam menindaklanjuti setiap aspirasi yang disampaikan warga. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.