DPRD Paser

DPRD Paser Apresiasi MTQH ke-50, Dorong Pembinaan yang Berkelanjutan

SOROTONLINE.COM – Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-50 Kabupaten Paser resmi berakhir dalam suasana khidmat dan penuh semangat di Kecamatan Long Ikis, Jumat, 26 Juni 2026 malam.

Penutupan ajang tahunan tersebut menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada para peserta yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam berbagai cabang perlombaan.

Anggota DPRD Paser, Abdul Azis, yang turut menghadiri malam penutupan, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil meraih prestasi pada MTQH ke-50.

Menurutnya, keberhasilan yang diraih para juara merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, serta kesungguhan dalam mempelajari dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadits.

Ia berharap capaian tersebut tidak membuat para peserta cepat berpuas diri, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan sehingga mampu bersaing pada tingkat yang lebih tinggi.

“Selamat kepada seluruh peserta yang berhasil meraih prestasi pada MTQH ke-50. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan membawa nama baik Paser pada ajang MTQH tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya.

Abdul Azis juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, dewan hakim, pemerintah daerah, serta masyarakat Kecamatan Long Ikis yang telah berperan aktif menyukseskan pelaksanaan MTQH.

Menurutnya, penyelenggaraan yang berjalan lancar mencerminkan sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pembinaan generasi Qur’ani.

Sementara itu, Anggota DPRD Paser, Lasminah, memberikan perhatian khusus kepada para peserta yang belum berhasil meraih gelar juara. Ia menilai setiap peserta telah menunjukkan kemampuan terbaiknya selama mengikuti perlombaan, sehingga hasil yang diperoleh tidak boleh menjadi alasan untuk kehilangan semangat.

Lasminah mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pengalaman selama mengikuti MTQH sebagai bekal berharga dalam meningkatkan kualitas diri.

Menurutnya, kemenangan bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan, melainkan proses belajar, disiplin, dan keberanian tampil juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter.

“Jangan berkecil hati bagi peserta yang belum berhasil menjadi juara. Semua sudah berusaha dan memberikan penampilan terbaik. Jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus belajar, berlatih, dan mempersiapkan diri agar dapat meraih hasil yang lebih baik pada kesempatan berikutnya,” katanya.

Ia berharap semangat mencintai Al-Qur’an dan Hadits tidak berhenti setelah pelaksanaan MTQH selesai.

Pembinaan terhadap qari, qariah, hafiz, hafizah, serta peserta dari berbagai cabang lomba diharapkan terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga mampu melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia dan berprestasi. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.