INVI dan Kideco Resmikan EV Mining di Paser, Targetkan Penghematan Energi 50 Persen
SOROTONLINE.COM – PT Energi Makmur Buana (invi) bersama PT Kideco Jaya Agung (Kideco) meresmikan implementasi EV Mining di area tambang Kideco, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Jumat (5/9/2026). Proyek elektrifikasi pertambangan ini mengoperasikan 18 truk listrik dan 3 stasiun penukaran baterai.
Kolaborasi dua anak usaha PT Indika Energy Tbk ini diluncurkan melalui acara bertajuk “EVMine: Electrifying Mining Operations” di stasiun penukaran baterai KM 35. Proyek ini diproyeksikan mampu menghemat biaya energi dan bahan bakar hingga 50 persen, serta menurunkan biaya operasional sekitar 30 persen dibanding armada diesel konvensional.
Direktur Utama invi Alif Sasetyo menjelaskan, perusahaannya berperan sebagai penyedia solusi kendaraan listrik yang mencakup penyediaan unit, infrastruktur pengisian daya, pemeliharaan, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM).
“Pengoperasian truk listrik ini telah melalui tahapan uji coba panjang, pengumpulan data, hingga peningkatan kapabilitas SDM melalui Basic Mechanical Electric Vehicle Course,” ujar Alif.
Sementara itu, Direktur Utama Kideco Kurnia Ariawan menyatakan bahwa penggunaan truk listrik ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasional tambang secara bertahap dan terukur.
Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy Azis Armand menambahkan, inisiatif ini membuktikan bahwa elektrifikasi tambang tidak hanya menekan emisi, tetapi juga memberikan nilai ekonomi nyata bagi perusahaan.
Inisiatif EV Mining ini berawal dari kajian pada Agustus 2024 dan uji coba pertama pada November 2024. Setelah melalui 16 tahap penyempurnaan spesifikasi dan keselamatan, enam unit truk listrik sempat diuji coba pada Maret–Juli 2026 dan berhasil mencatatkan penghematan biaya energi sekitar 14 persen serta reduksi emisi hingga 370 ton CO_2.
Dengan peresmian ini, operasional EV Mining di Kideco resmi bergeser dari tahap uji coba menuju operasional penuh, yang diharapkan menjadi acuan akselerasi dekarbonisasi di sektor pertambangan nasional. (*)
