Pemkab Paser

Pemkab Paser Perkuat Gerakan Literasi dan Numerasi

SOROTONLINE.COM – Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari, mewakili Bupati Paser, membuka Sosialisasi dan Diskusi Peraturan Bupati (Perbup) Paser Nomor 32 tentang Gerakan Pengembangan Literasi dan Numerasi di Ruang Rapat Sadurengas, Selasa (29/9/2026).

Dalam sambutannya, Ikhwan menegaskan bahwa desa merupakan salah satu benteng utama dalam pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan Kabupaten Paser tidak cukup hanya dilihat dari geliat pembangunan di pusat kota, tetapi juga dari seberapa berdaya, cerdas, dan sejahtera masyarakat di desa.

Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat, kemampuan literasi dan numerasi dinilai menjadi bekal penting bagi masyarakat. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, memilah kabar bohong atau hoaks, serta memanfaatkan teknologi secara bijak.

Sementara itu, kemampuan numerasi dibutuhkan masyarakat dalam berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk mengelola usaha, menghitung pendapatan dan pengeluaran, hingga mengambil keputusan terkait keuangan.

“Pengembangan literasi dan numerasi tidak boleh berhenti di gerbang sekolah saja. Lingkungan desa tempat anak-anak tumbuh dan masyarakat beraktivitas memiliki peran yang sangat vital,” ujar Ikhwan.

Untuk mewujudkan gerakan tersebut, Wabup mendorong tiga langkah utama. Pertama, memperkuat peran pemerintah desa melalui pengembangan perpustakaan desa dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Kedua, memperkuat peran keluarga dan PKK dalam membangun kebiasaan membaca dan belajar pada anak, sekaligus mengarahkan penggunaan gawai agar lebih produktif.

Ketiga, membangun sinergi antara sekolah dan masyarakat sehingga tercipta lingkungan yang mendorong budaya belajar sekaligus kemampuan berpikir dan bernalar kritis.

Khwan juga menekankan bahwa anak-anak yang tumbuh di desa memiliki potensi yang sama dengan anak-anak di perkotaan. Perbedaan akses dan kesempatan, menurutnya, tidak boleh menjadi penghalang bagi anak desa untuk berkembang.

Dengan dukungan lingkungan, fasilitas, serta kesempatan belajar yang memadai, penguatan literasi dan numerasi diharapkan dapat melahirkan generasi desa yang inovatif, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan zaman.

“Tidak ada lagi anak kelas 5 atau 6 SD yang masih mengeja, tidak ada lagi warga yang terjebak pinjaman online dan judi online. Mari kita hidupkan perpustakaan desa dan kita bangun raga dan jiwa desa,” imbuhnya. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.