Venue Tak Mampu Tampung 16 Meja, Biliar Porprov Kaltim Pindah ke Balikpapan
SOROTONLINE.COM – Pertandingan cabang olahraga biliar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII/2026 dipindahkan dari Kabupaten Paser ke Kota Balikpapan. Keputusan ini diambil karena venue biliar di Paser belum memenuhi kebutuhan fasilitas untuk penyelenggaraan pertandingan.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser, Kurniawan, mengatakan pemindahan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara Pengurus Besar (PB) Porprov dan Technical Delegate (TD) Pengprov Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kaltim.
Menurutnya, venue biliar di Paser belum mampu memenuhi kebutuhan 16 meja biliar dan satu meja snooker sesuai standar pertandingan.
“Venue biliar yang ada di sana mejanya belum standar untuk biliar. Itu membutuhkan 16 meja biliar, satu meja snooker,” terang Kurniawan.
Sebelumnya, pertandingan biliar direncanakan berlangsung di Arena Megapool Tanah Grogot. Namun, tempat tersebut hanya mampu menampung 12 meja biliar sehingga diperlukan venue alternatif.
Panitia kemudian mempertimbangkan venue milik swasta di Jalan Samsul Bahri, Kompleks Stadion Sadurengas, yang direncanakan mampu menampung kebutuhan meja pertandingan. Namun, progres pengerjaan venue tersebut masih di bawah 60 persen, sementara Porprov dijadwalkan berlangsung pada 14–27 November 2026.
Dengan waktu persiapan yang semakin terbatas, pemindahan pertandingan dinilai menjadi langkah paling tepat agar pelaksanaan cabor biliar tidak mengganggu jadwal pertandingan yang telah ditetapkan.
“Tempat yang ada sudah dikondisikan untuk ajang kejuaraan kali ini. Kalau kita menggeser waktu lagi, akan berpengaruh juga dengan yang lain,” jelasnya Kurniawan.
Kurniawan menambahkan, Kota Balikpapan dipilih karena memiliki venue biliar yang dinilai telah memenuhi standar dan siap digunakan untuk pertandingan.
Menurutnya, venue tersebut telah beroperasi sekitar empat tahun sehingga fasilitas pendukung, termasuk meja dan tempat pertandingan, dinilai memadai.
“Solusi terbaiknya yaitu di Balikpapan. Balikpapan ini sendiri tempatnya adalah memang venue biliar baru empat tahun lalu. Jadi, mereka sudah siap semuanya. Mejanya sudah standar, tempatnya juga sudah standar,” ujarnya. (adv)
