Yusriansyah Syarkawi: Jangan Sampai Ada Kesan Musrenbang Hanya Formalitas

728

SOROT – Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi selalu menyampaikan di setiap kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda reguler setiap tahun yang wajib dilaksanakan Pemerintah Daerah di seluruh kecamatan.

“Seperti saat ini kita lakukan diseluruh kecamatan di Kabupaten Paser guna menampung aspirasi masyarakat desa yang kemudian dijadikan usulan pembangunan di tahun berikutnya,”kata Yusriansyah, Senin (6/2/17).

Jangan sampai ada kesan kata Yusriansyah kalau kegiatan musrenbang hanya formalitas semata. Sebab Musrenbang merupakan forum perencanaan pembangunan sekaligus media interaktif bagi semua stakeholder untuk mempersiapkan rekomendasi pelaksanaan kegiatan pembangunan di tahun yang akan datang.

Kegiatan Musrenbang kata Yusriansyah tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.

“Perencanaan pembangunan dilakukan dengan empat pendekatan, yaitu teknokratis, partisipatif, politis, dan top down – bottom up,” kata Yusriansyah.

Yusriansyah juga menegaskan bahwa Musrenbang adalah salah satu cara mendapatkan aspirasi untuk merencanakan pembangunan yang tepat sasaran. Jika ada desa yang sudah mengusulkan pembangunan sampai beberapa tahun tapi belum dipenuhi, dipersilakan evaluasi lagi usulannya.

“Usulan jangan terlalu banyak, cukup satu atau dua saja. Pemerintah melakukan skala prioritas jadi mau tidak mau tidak semua bisa dipenuhi,” kata Bupati.

Bupati mencontohkan pembangunan fisik di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Meskipun alokasi anggaran sudah di atas 20 persen dari APBD sebagaimana diamanatkan Undang-undang, tetap tidak bisa mencukupi untuk memenuhi harapan semua sekolah, sehingga yang diprioritaskan adalah sekolah yang rusak parah dulu.

“Oleh karena itu, proyek-proyek yang memerlukan dana besar akan disiasati dengan sistem multiyears atau tahun jamak, misalnya pengaspalan jalan Modang ke Pasir Mayang yang memerlukan dana sampai 40 miliar akan dilaksanakan selama tiga tahun, sehingga dana yang diperlukan setiap tahun hanay sekitar 10 miliar lebih,” jelasnya.

Bupati juga menyampaikan agar jangan mengeluh terkait kondisi anggaran, karena justru kondisi ini bisa dimanfaatkan untuk mencari sumber-sumber pendapatan lain. (*)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.