Pembangunan Bandara Tana Paser Kembali Dilanjutkan, Anggarannya Dari APBN

3431

SOROT – Setelah terbengkalai sekian lama, kini pembangunan Bandara Tana Paser kembali mendapatkan angin segar setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser melakukan konsultasi dengan Pemerintah Pusat.

“Kita sudah konsultasi ke pusat, dan memang program Presiden kita Bapak Jokowi, bandara yang ada akan dibantu pembangunannya,” kata Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi saat ditanya wartawan usai mengikuti kegiatan musrenbang Kecamatan Tanah Grogot, Selasa (21/2/17).

Menurut Yusriansyah, untuk pembangunan sisi udara runway akan dibangun kembali mengingat landasan pacu yang ada itu sudah tidak memungkinkan lagi. Dan anggaran pembangunannya semua dibiayai dari APBN.

“Informasinya landasan yang ada sudah tidak mampu lagi, seharusnya untuk pembangunan runway kemarin itu kedalam yang digali 6 meter tapi informasi cuman 2 sampai 3 meter aja, makanya yang menjadi kasus itu,” kata Yusriansyah.

Begitupun terhadap pembangunan sisi daratnya kata Yusriansyah, setidaknya ada tiga lantai bangunan mengalami penurunan karena diduga pada saat dibangun tidak dilengkapi tiang pancang.

“Bangunan sisi daratnya juga anjok karena ada kemungkinan tidak pakai tiang pancang, sehingga bangunannya turun sampai 40 centimeter, jadi gak tanggung-tanggung itu turunnya, makanya kita audit dulu baru kita serahkan ke polda, nanti biar polda yang periksa,” terangnya.

Sementara itu, Yusdar Johari Kabid Perhubungan Laut dan Udara pada Dinas Perhubungan (Dishub) Paser mengatakan pihaknya sudah mendapatkan undangan dari BLH Provinsi Kaltim bahwa tanggal 27 Februari akan dilaksanakan konsultasi terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

“Dasar melaksanakan pembangunan pisik harus ada amdal, walaupun kita banyak mendapatkan kucuran dana tapi kalau belum ada Amdal gak bisa juga dilaksanakan,” kata Yusdar yang juga usai mengikuti musrenbang tersebut.

“Ditahun ini kita melaksanakan dua kegiatan untuk bandara yakni mengenai Amdal dan Review Desain Bandara dengan nilainya anggaran Rp 700 juta. Selain itu mungkin juga nanti kita cari lokasi lain ditempat yang sama untuk runway, tapi runway yang ada itu tetap kita fungsikan untuk yang lain biar tidak mubasir,” kata Yushar. (rsd)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.