Astaga…!! Buang Hajat Disambar Predator Sungai Telake

784

SOROT – Predator sungai Telake membuat ulah, Sattinah (54) seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) menjadi korban keganasan buaya, Minggu (24/12/17).

Ia disambar buaya di desanya sekitar pukul 06.00 Wita, di sungai Telake wilayah Seriou RT. 04 Desa Sebakung, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, Kaltim.

Menurut Kapolres Paser AKBP Roy Satya Putra melalui Kapolsek Long Kali AKP Danang Aries Susanto mengatakan, Peristiwa itu bermula saat korban turun ke pinggir sungai pagi hari, untuk mengambil air sekaligus membuang hajat (air besar).

“Ini memang sudah menjadi kebiasaan sehari-hari turun ke sungai mengambil air atau keperluan lainnya,” kata Danang.

Usai buang hajat, korban kemudian membersihkan (cebok), namun tiba-tiba korban merasa ada yang memegang bokongnya, sehingga membuatnya terkejut.

Saat korban melihat kearah belakang kata Danang, ternyata seekor buaya sedang menggigit bokongnya, korban langsung terjatuh, namun ia mampu berdiri kembali untuk menyelamatkan diri ke pinggir sungai.

“Korban mengalami dua luka robek pada bagian bokong dengan panjang sekitar 15 cm x 2 cm” jelasnya.

Dalam kondisi lemas, korban langsung meminta pertolongan. Muryansyah (27) anak korban yang berada di rumah korban berjarak 50 meter dari sungai langsung menolong.

Korban dengan kondisi sadar, langsung dibawa pihak keluarga ke Puskesmas Long Kali untuk dilakukan pertolongan medis. Dari Puskesmas, korban lalu dirujuk ke Rumah Sakit Tentara Balikpapan untuk perawatan selanjutnya.

Agar peristiwa serupa tidak terulang kembali, pihak kepolisian menghimbau agar MCK (mandi, cuci, kakus) tidak dipinggir sungai tapi berada disekitar rumah.

“MCK sebaiknya ada disekitar rumah agar aman dari serangan buaya dan binatang buas lainnya yang masih banyak berkeliaran dipinggir sungai,” ucap Danang.

Kapolsek juga mengaku sudah sering menyampaikan pada warga saat giat bimbingan dan penyuluhan (binluh), yang dilakukan oleh Bhabin Kamtibmas dan Kapolsek agar jangan main di sungai.

“Sudah sering kita sampaikan, baik saat kunjung ke desa-desa maupun saat pelaksanaan safari sholat jum’at. Demikian juga anak-anak dilarang mandi di sungai pada saat banjir datang,” terangnya. (rsd)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.