Perjalanan Jurnalistik di Paser, Kunjungi Wisata Kategori Surga Tersembunyi Terpopuler 

711

SOROT – Sejumlah wartawan dari berbagai media didampingi Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Kabupaten Paser, bersama Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporpar) Paser, melakukan perjalanan jurnalistik, Sabtu (21/7/18).

Rombongan yang berjumlah puluhan orang itu, melakukan perjalanan jurnalistik ke Bukit Sembinai, Desa Kasungai, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kaltim, guna mempromosikan destinasi wisata yang masuk kategori surga tersembunyi terpopuler.

Untuk menuju ke Bukit Sembinai dari Tanah Grogot Ibukota Kabupaten Paser, jaraknya 70 kilometer ditempuh menggunakan jalan darat, dengan waktu sekitar 1,5 jam untuk sampai di Desa Kasungai.

Dari desa itu, rombongan harus berjalan kaki sekitar 3 kilometer untuk sampai ke puncak Bukit Sambinai. Perjalanan yang cukup menantang dan melelahkan namun asik dirasakan oleh sejumlah wartawan dan pegawai DKISP Paser.

Melintas di jalan setapak di atas bebatuan bercampur akar pohon, rombongan ekstra berhati-hati, sebab ada beberapa titip terdapat bebatuan yang licin. Sesekali mereka berhenti sejenak menghilangkan lelah sambil minum.

Dengan tekat yang kuat, kelelahan rombongan terbayar setelah berhasil sampai ke puncak dipandu oleh warga setempat bernama Derom. Dari puncak Bukit itu, mereka dapat melihat sejauh mata memandang keindahan alam yang ada disana.

“Alhamdulillah akhirnya sampai juga, walaupun tadi cukup lelah, bahkan sesekali teman bantuin narik tangan saya karena jalannya cukup terjal juga,” kata Eni Palupi, pegawai DKISP Paser.

Eni yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Bukit Sembinai mengaku sangat senang, karena bisa menikmati keindahan alam disana. “Pokoknya asik dech di sini, ada juga Goa Kalanai yang bisa dijadikan tempat istirahat sambil berfoto,” ucapnya.

Sekitar dua jam menikmati puncak bukit yang penuh dengan bebatuan berbentuk tegak menjulang, rombongan kembali pulang dan menyempatkan singgah di wisata Goa Tengkorak yang juga berada di Desa Kasungai.

Menurut Nelson Pasaribu, Kasi Kemitraan dan Pemberdayaan Komunikasi DKISP Paser mengatakan, perjalanan jurnalistik ini untuk mempromosikan destinasi wisata yang di Paser.

“Kegiatan ini untuk mempromosikan tempat wisata Bukit sembinai, dan kita ketahui bahwa wisata ini juga masuk nominasi surga tersembunyi terpopuler 2018,” kata Nelson yang juga turut dalam rombongan itu.

“Saya harap teman-teman wartawan mempublikasikan di media masing-masing, supaya wisata Bukit Sembinai dan wisata lainnya di Paser diketahui masyarakat luas,” sambungnya.

Di kesempatan yang sama, Kapala Bidang (Kabid) Pengembangan Pariwisata, Disporpar Paser Hendra Dian menjelaskan, pihaknya telah mendatangi Kementerian Pariwisata terkait pengembangan wisata Bukit Sembinai.

Untuk mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) kata dia, ada beberapa syarat yang diminta Pemerintah Pusat, diantaranya, lahan Bukit Sembinai harus bersertifikasi dan ada hibah ke desa.

“Kedepannya tergantung hasil pembicaraan dengan warga setempat, kita sebenarnya kemarin sempat ke Kementerian Pariwisata, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendapat dana DAK,” kata Hendra.

“Terkait hal ini, masyarakat pada dasarnya menyetujui apa yang menjadi syarat tersebut. Nanti akan dilakukan pertemuan lanjutan, hasilnya desa lapor ke kecamatan dan kecamatan lapor ke kabupaten,” tambahnya.

Sementara itu, H Jaini sebagai pemilik lahan mengaku setuju jika obyek wisata tersebut dikembangkan, hanya saja ia tak berani mengambil keputusan sebelum berunding dengan saudaranya.

“Saya sangat setuju dengan tujuan positif, namun tentunya saya kompromikan juga sama keluarga, sebagai ahli waris tidak mungkin hanya saya yang memutuskan, apa lagi saya banyak bersaudara,” terangnya.

Jaini juga meluruskan terkait nama tempat wisata yang ada dilokasi miliknya, itu bukan bernama Bukit Sembinai, melainkan Usuk Munte Brewe, sedangkan Bukit Sembinai itu sendiri, salah satu nama bukit yang ada disana.

“Ini bukan Bukit Sembinai, Bukit Sembinai ada disebelah sana, memang orang banyak mengira ini Bukit Sembinai, jadi saya luruskan kalau ini namanya Usuk Munte Brewe,” jelasnya. (rsd)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.