Dapat Meningkatkan Perekonomian Masyarakat, Bupati Paser Tinjau Dermaga Program Pisew di Lori

390

SOROT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser terus mengupayakan peningkatan ekonomi masyarakat, hingga di pedesaan diantaranya dengan pembangunan jalan, jembatan, hingga pembangunan pasar di pedesaan.

Pada tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Paser melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) menyalurkan bantuan keuangan melalui program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (Pisew) kepada 12 desa di 6 kecamatan.

Untuk melihat secara langsung proyek Pisew tersebut, Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi meninjau dermaga pelabuhan pendaratan ikan di Desa Lori Kecamatan Tanjung Harapan, Kamis (5/12/19).

Dalam kunjungannya, Bupati didampingi Camat Tanjung Harapan Suwito dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diantaranya Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan M Fauzi.

Turut hadir Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Chandra Irwanadi, Kepala Dinas Sosial Haerul Saleh, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Hulaimi.

Bupati Paser mengatakan, pembangunan dermaga di Desa Lori ini kedepannya diharap dapat menjadi sentra pelabuhan ikan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Dermaga ini semoga membantu nelayan dan bisa difungsikan untuk menigkatkan kegiatan ekonomi masyarakat,” kata Bupati Yusriansyah.

Progam Pisew ini lanjut Yusriansyah, merupakan program peningkatan ekonomi wilayah di beberapa desa yang saling berkaitan.

Karena tujuannya untuk meningkatkan ekonomi, maka harapannya perekonomian di desa lain terdekat Lori seperti Labuang Kallo dan Tanjung Aru juga ikut meningkat.

Yusriansyah mengatakan, pada tahun 2020 pembangunan dermaga ini perlu ditingkatkan. “Sehingga kapal-kapal besar bisa bersandar di dermaga ini dan aktivitas nelayan di Desa Lori semakin ramai,” ucap Bupati.

Sementara Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Paser M Fauzi mengatakan pada tahun 2019 pemerintah pusat telah menggelontorkan total anggaran sebesar Rp.3,6 Miliar untuk 12 desa di 6 kecamatan.

Setiap kecamatan kata dia, diberikan bantuan sebesar Rp.600 juta, atau setiap desa mendapatkan Rp.300 juta.

“Setiap desa jenis pembangunannya bermacam-macam. Ada pembangunan atau peningkatan jalan, pembangunan pasar. Pembangunan dimusyawarahkan di tingkat desa dan kecamatan sesuai kebutuhan masing-masing desa,” ujar Fauzi.

Fauzi melanjutkan, pada tahun 2019, pemerintah pusat melalui program Pisew ini telah memberikan bantuan kepada 6 kecamatan, masing-masing kecamatan terdapat 2 desa. Pada umumnya bantuan yang diberikan digunakan untuk peningkatan jalan.

“Pembangunan yang dilakukan harus ada kaitannya dengan peningkatan ekonomi antara desa induk dan desa penyangga. Jadi tidak asal membangun saja,” ucap Fauzi.

Keenam kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Tanjung Harapan, Pasir Belengkong, Tanah Grogot, Kuaro, Long Ikis, dan Kecamatan Long Kali.

Pemkab Paser pada tahun 2020 mengusulkan seluruh kecamatan, atau 10 kecamatan agar mendapat bantuan peningkatan ekonomi kewilayahan ini, dengan usulan 40 desa yang akan mendapatkan bantuan.

“Tahun depan kita usulkan semua kecamatan, sekitar 40 desa. Setiap kecamatan bisa dua desa atau lebih yang mendapat bantuan. Semoga terealisasi,” pungkasnya. (kfp)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.