Sudah Dipesan, Dinkes Paser Masih Menunggu Alat Rapid Test

229

SOROT – Salah satu langkah antisipasi penyebaran virus corona, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser melakukan pemesanan alat tes cepat (rapid test).

“Untuk alat rapid test kemarin Dinkes Paser sudah melakukan pemesanan,” kata Kepala Dinkes Paser Amir Faisol, Selasa (24/3/2020) di Tanah Grogot, Kaltim.

Amir Faisol menjelaskan, sebagai mana yang di sampaikan Presiden Joko Widodo, di Indonesia nantinya akan dilakukan rapid test.

Rapid test itu kata dia, artinya melakukan pemeriksaan lab secara cepat dengan alat sederhana, dan bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan.

“Dengan adanya rapid test, tidak harus dikirim ke laboratorium yang ada di Jakarta atau Surabaya yang makan waktu lama,” jelasnya.

Namun karena ini juga baru dicanangkan pemerintah, sehingga ketersediaan dari pada alat itu masih dalam perjalanan.

“Mudah-mudahan diawal April ini rapid test yang kita pesan sudah datang, dan rapid test itu nanti akan kita prioritaskan pada orang-orang yang kita pantau,” terangnya.

Meski alat test cepat itu nanti sudah ada, namun tidak semua masyarakat diperiksa. Pemeriksaan menggunakan alat itu hanya pada orang-orang yang dicurigai terkait COVID-19.

“Pada intinya kita tegaskan masyarakat yang sehat tidak perlu ikut-ikutan minta diperiksa, yang dicurigai aja yang dipentingkan untuk diperiksa,” ucapnya.

Diakui, alat tersebut terbatas dan susah dicari dipasaran dalam kondisi seperti sekarang ini, mengingat banyak rumah sakit yang memerlukannya.

“Karena kondisi seperti ini seluruh rumah sakit maupun dinas kesehatan se Indonesia sedang mencari, jadi siapa yang punya dana duluan itu yang bisa mendapatkan rapid test itu,” terangnya.

Selain melakukan pemesanan alat tes cepat Corona, Dinkes Paser juga sudah menerima alat pelindung diri (APD) yang sudah dipesan sebenarnya.

“APD yang kita pesan sudah datang sebanyak 60 set, yakni baju dan kacamata pelindung,” ucapnya.

APD tersebut untuk para dokter dan tenaga medis yang merupakan garda terdepan penanganan wabah COVID-19 yang paling rentan terpapar.

“Ini diperuntukkan untuk teman-teman di puskesmas, alat pelindung diri yang lain juga dalam perjalanan, karena sama dengan alat yang lain, ketersediaan alat ini juga sangat langka,” pungkasnya. (adv/kfp)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.