Harga Kedelai Melambung, Pengrajin Tahu Tempe di Tanah Grogot Kurangi Ukuran

47

SOROTONLINE.COM – Sudah sebulan terakhir Ponirin warga Senaken, Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur yang berprofesi sebagai pengrajin tahu tempe merasakan kenaikan harga kedelai.

“Seminggu satu ton kedelai yang kita perlukan, dan saya bayar biasanya untuk satu ton hanya Rp 8 juta, dan sekarang Rp 10 juta per ton,” kata Ponirin, Rabu (6/1/2021).

Agar usahanya tetap bisa berjalan dan tidak merugi ditengah kenaikan harga kedelai tersebut, Ponirin yang sudah membuka usaha sejak tahun 1988 terpaksa mensiasati dengan cara mengurangi ukuran tahu tempe.

“Harga jual tahu tempe masih tetap, tapi ukurannya yang kita kecilkan, itu pun kita ngomong sebelumnya kepada pelanggan atau konsumen supaya tidak kaget,” ujarnya.

Ponirin mengaku, kenaikan harga kedelai saat ini juga pernah dialami beberapa puluh tahun yang lalu. Untuk itu ia berharap agar harga bahan baku tahu tempe itu segera normal kembali, apalagi ditengah pandemi COVID-19 saat ini.

“Di zaman Sueharto pernah juga harga naik seperti ini, ya saya hanya bisa berharap agar harganya segera stabil kembali,” ucapnya.

Dikatakan, jika harga kedelai terus melambung, bapak empat anak ini mengaku akan tetap berjuang mempertahankan usahanya agar tidak kehilangan mata pencaharian demi menghidupi keluarga.

“Mau gemana lagi tetap kita pertahankan, cuma belum tau bagaimana caranya nanti, tapi kalau bisa jangan lagi naik harganya, karena sekarang ini sudah terasa dampak dari kenaikan harga itu,” terangnya. (rsd)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.