Profil

Pulang ke Pelukan: Saat “Rumah” Bukan Lagi Sekadar Alamat

​SOROTONLINE.COM – Di tengah riuh rendah dunia yang menuntut orang tua untuk selalu produktif, kuat, dan serba cepat, ada sebuah tanya yang sering kali tertinggal di sudut rumah: Kapan terakhir kali kita benar-benar hadir untuk buah hati?

Kegelisahan itulah yang dijawab oleh Let’s Grow Montessori School melalui hajatan tahunan mereka, Family Gathering 2026. Namun, tahun ini suasana terasa berbeda.

Mengusung tema besar “Kembali Pulang”, acara ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul biasa, melainkan sebuah perjalanan emosional untuk menemukan kembali makna kedekatan yang mungkin sempat terkikis kesibukan.

​Bagi Risma Nur’aini, S.Psi, Dipl. Montessori, CEO & Founder Let’s Grow Montessori School, kata “pulang” memiliki dimensi yang jauh lebih dalam daripada sekadar melangkah masuk ke pintu rumah secara fisik.

“Kadang orang tua terlalu sibuk mengejar banyak hal sampai lupa bahwa anak sebenarnya hanya ingin orang tuanya hadir. Kami ingin acara ini menjadi ruang untuk kembali saling menemukan,” ungkap Risma dalam press release yang diterima sorotonline.com Selasa, (2/6/2026).

​Pesan ini menjadi ruh utama di sepanjang acara. Dalam filosofi Montessori, pendidikan anak adalah simfoni antara sekolah dan rumah. Melalui Family Gathering ini, sekat antara keduanya dilebur menjadi sebuah komunitas yang hangat.

​Alih-alih diisi dengan seminar formal yang kaku, Let’s Grow memilih pendekatan experiential learning. Orang tua dan anak diajak larut dalam berbagai aktivitas yang dirancang untuk menyentuh rasa.

Circle Time, menjadi momen sakral di mana keluarga duduk melingkar, saling mendengar, dan benar-benar menatap mata satu sama lain tanpa gangguan gawai.

Fun Games, keceriaan pecah saat tawa anak dan orang tua menyatu, meruntuhkan dinding ego dan kekakuan peran sehari-hari.

Time Capsule (Kapsul Waktu), ini adalah bagian paling emosional. Setiap keluarga menuliskan harapan, pesan cinta, dan kenangan hari itu untuk disimpan dan dibuka di masa depan sebuah pengingat abadi tentang perjalanan tumbuh kembang yang mereka lalui bersama.

Perayaan tahun ini kian lengkap dengan digelarnya Graduation ke-4 Let’s Grow PAUD Montessori. Momen kelulusan ini bukan sekadar seremoni perpindahan jenjang pendidikan, melainkan bukti nyata hasil kolaborasi antara kemandirian yang diajarkan sekolah dan kasih sayang yang dipupuk di rumah.

Let’s Grow Montessori School ingin menegaskan bahwa di sekolah ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang akademik. Mereka belajar tentang empati, kemandirian, dan keterampilan sosial dalam lingkungan yang eksploratif.

​Saat matahari mulai meredup dan acara berakhir, harapannya para orang tua tidak hanya membawa pulang bingkisan, tetapi juga hati yang lebih penuh.

“Semoga acara ini menjadi pengingat bahwa di tengah dunia yang bergerak sangat cepat, rumah terbaik bagi anak tetaplah hati orang tuanya yang hadir sepenuhnya,” tutup Risma.

Melalui “Kembali Pulang”, Let’s Grow Montessori School sukses mengingatkan kita semua, bahwa sejauh apa pun kita melangkah mengejar dunia, pelukan keluarga adalah destinasi terakhir yang paling menenangkan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.