Warga di Paser temukan Mayat Wanita dengan Tangan Terikat 

999

SOROT – Penemuan mayat seorang wanita di Desa Sungai Tuak, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten, Paser, Kaltim, Minggu (2/9/18) hebohkan warga.

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Paser, Kodim 0904/TNG, Polres Paser dan warga langsung melakukan evakuasi.

Korban yang belakangan diketahui berinisial NZ (47) langsung dilarikan ke Rumah Sakit Panglima Sebaya Tanah Grogot guna mendapatkan visum.

Berdasarkan keterangan Kepala Pelaksana BPBD Paser Edward Effendi, mayat ditemukan sekitar pukul 17.20 Wita, Minggu (2/9) oleh seorang warga Desa Rantau Panjang, Kecamatan Tanah Grogot.

Saat itu warga tersebut hendak Membuka Lahan di Desa Sungai Tuak, namun ia tiba-tiba kaget ketika melihat sesosok mayat yang sudah berbau tidak sedap. Penemuan itu langsung dilaporkan ke pihak terkait.

“Begitu mendapat laporan, tim langsung menuju ke lokasi penemuan mayat, di Desa Rantau Panjang untuk melakukan evakuasi,” kata Edward Effendi, Senin (3/9).

“Posisi mayat dalam parit dengan tangan terikat, jadi TKP penemuan mayat itu jaraknya sekitar 200 meter dari jalan raya. Lokasinya juga memang cukup sepi, masih hutan,” sambungnya.

Sementara menurut pengakuan anak korban Novira Bella Pradila (19), pada Selasa (28/8) adalah hari dimana ibunya meninggalkan rumah, namun paginya sang ibu masih sempat berangkat mengajar dan pulang pada siang harinya.

“Hari itu ibu masih ngajar ke TK, jadi siangnya saya masih ketemu, karena saya pulang istirahat kerja juga kalau siang,” kata Novira Bella Pradila di rumah duka jalan Gajah Mada Tanah Grogot.

Ia mengaku tak mengetahui pastinya jam berapa ibunya meninggalkan rumah pada hari itu, mengingat dirinya juga harus kembali bekerja setelah beristirahat.

“Di rumah cuma tinggal bertiga, saya, ibu dan adik. Karena saya kerja dan adik sekolah, jadi nggak ada yang tau jam berapa persisnya ibu jalan hari Selasa itu,” katanya.

“Cuma waktu saya turun kerja setengah dua (13.30) ibu masih ada di rumah,” tambahnya.

Novira Bella Pradila juga sempat menerima SMS dari nomor ibunya, isinya meminta agar menjemput adiknya pulang sekolah, dan memberitahukan kalau ibunya berangkat.

“Saya juga dapat sms dari nomornya ibu katanya berangkat, dan nyuruh jemput adik di sekolah, tapi kayaknya bukan ibu yang sms, soalnya cara dia sms lengkap hurufnya, biasanya kalau ibu singkat-singkat aja hurufnya,” terangnya.

Hari itu Novira Bella Pradila juga mengaku sempat menelpon ibunya, tapi yang menerima suara laki-laki, selang beberapa saat ia kembali mencoba menghubungi, namun sayang nomor ibunya sudah tidak aktif lagi.

“Mulai hari itu nomor sudah nggak bisa dihubungin sampai terjadi seperti ini. Makanya saya berharap agar pelaku cepat terungkap, dan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya, karena ini soal nyawa,” terangnya.

Selain itu, sejumlah kerabat yang datang melayat ke rumah duka mengaku sempat berkomunikasi melalui telepon, mengundang korban untuk datang ke rumah.

“Hari Selasa itu saya sama teman masih sempat telpon ke dia, tak panggil datang ke rumah makan Kapurung, katanya sebentar, mau jemput anak dulu,” kata Darmah.

“Biasanya jam 3 dia jemput anak, lewat jam tiga (15.00) saya telpon lagi, tapi sudah nggak diangkat, malah direject. Saya nggak nyangka sampai begini, Almarhumah baik banget orangnya, ngomongnya juga lembut,” sambungnya.

Penemuan mayat NZ di Desa Sungai Tuak juga viral di sosial media, banyak netizen mengutuk perbuatan keji pelaku, dan meminta di hukum seberat-beratnya.

Bahkan hari ini, Senin (3/9) beredar di sosial media foto-foto terduga pelaku terkait kematian NZ yang sudah tertangkap, sehingga tak sedikit warganet memberi apresiasi terhadap kepolisian. (rsd)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.