Gapoktan Binaan Kodim 0904/Paser Panen Jagung Seluas 15 Hektare

76

SOROTONLINE.COM – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Hidup Baru, binaan Kodim 0904/Paser, panen raya perdana jagung hibrida di Desa Kerang Dayo, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Selasa (25/1/2022).

Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0904/PSR Mayor Czi Edi Purwanto mengatakan, pertanian jagung yang menempati lahan seluas 15 hektar tersebut,merupakan progam unggulan Korem 091/ASN, selain itu juga dampak positif dengan adanya TMMD ke-111 pada Juni 2021 lalu.

“Lahan yang digunakan para petani disini yaitu lahan tidur milik Inhutani, sehingga kami lakukan pendampingan agar warga mau mengolah dan bisa produktif. Dan kegiatan seperti ini tugas teritorial TNI untuk menjaga kondisi daerah tetap stabil. Baik dari sosial, ekonomi dan budaya,” kata Edi Purwanto.

“Kami fokus pada program ketahanan pangan, utamanya di bawah naungan Korem 0901/Aji Surya Natakesuma. Setiap wilayah juga punya unggulan, kalau di Paser unggalanya Padi dan Jagung,” sambungnya.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Paser Hj. Syarifah Masitah Assegaf menjelaskan, sektor pertanian merupakan program prioritas pemerintah daerah. Dengan adanya 15 hektare lahan pertanian jagung itu diharapkan dapat menjadi sentra jagung di Kabupaten Paser.

“Apalagi menjelang pemindahan IKN, tentunya kita harus menggali potensi-potensi yang ada di Kabupaten Paser sebagai penyangga IKN nantinya. Pemkab Paser siap memasok kebutuhan pangan, dalam menyambut pemindahan Ibu Kota Negara (IKN),” kata Masitah.

Dikatakan, Pemda juga siap mendukung penyediaan alat dan mesin pertanian (Alsintan), agar masyarakat dalam mengeloh hasil pertanian tidak lagi manual.

Selain itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kaltim Siti Farisyah Yana juga memberikan komentar, menurutnya Pemprov Kaltim komitmen mendukung  dan memberikan bantuan Alsintan bagi kelompok tani yang membutuhkan.

“Pemprov sudah sejak lama berkomitmen memberikan bantuan kepada para petani di Kabupaten Paser, sesuai dengan kebutuhan para petani, bantuan yang diberikan berdasarkan proposal yang diajukan, kemudian dinas terkait terlebih dulu melakukan analisis untuk pembirian bantuan,” ucap Siti Farisyah. (rsd)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.