Profil

Dua Jurnalis Satu Tujuan: Menakar Visi Tomi dan Najib dalam Bursa Pemilihan Ketua PWI Paser 2026–2029

​SOROTONLINE.COM – Aroma kontestasi yang sehat dan penuh gagasan mulai menyelimuti atmosfer pers di Kabupaten Paser. Kursi kepemimpinan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Paser untuk periode 2026–2029 kini tengah menanti nakhoda baru.

Dua nama beken yang sudah tidak asing lagi di ruang redaksi lokal, Tomi Wirahadi Wijaya dan Muhammad Najib, resmi muncul ke permukaan sebagai kandidat kuat.

Meski berangkat dari latar belakang, modal organisasi, dan gaya pendekatan yang berbeda, keduanya disatukan oleh satu komitmen besar: membawa pers di Bumi Daya Taka melompat lebih tinggi.

Tomi Wirahadi Wijaya: Dari Akar Organisasi, Menjaga Independensi dan Kesejahteraan. ​Bagi insan pers di Paser, Tomi Wirahadi Wijaya adalah cerminan dari sebuah proses yang matang.

Memulai debutnya di dunia jurnalistik pada tahun 2019 sebagai wartawan media online, Tomi meniti kariernya dari bawah dengan memegang teguh Kode Etik Jurnalistik. Langkah profesionalismenya kian mantap setelah ia mengantongi sertifikasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) jenjang Madya.

Perjalanan Tomi di PWI Paser adalah cerita tentang kesetiaan pada proses organisasi. Bergabung sejak tahun 2020, ia mencicipi asam garam dinamika PWI saat dipercaya sebagai pengurus Bidang Kesejahteraan Anggota di era kepemimpinan Ropi’i Wartono. Kala itu, Tomi menjadi saksi sekaligus pelaku sejarah yang ikut menghidupkan kembali sekretariat PWI Paser yang sempat mati suri.

“Saat itu PWI belum sebesar sekarang. Dari situ saya belajar bagaimana membangun organisasi wartawan dari bawah,” kenang Tomi.

​Kiprahnya berlanjut di era kepemimpinan Normila Sari Wahyuni (Yuni), di mana Tomi dipercaya menempati posisi strategis sebagai pengurus bidang Hubungan Antar Lembaga. Di sinilah ia mengasah kemampuannya membangun jembatan komunikasi dengan pemerintah daerah dan dunia usaha.

Jika diberi amanah memimpin, Tomi membawa visi besar: PWI Paser yang solid, profesional, dan sejahtera. Di bawah kepemimpinannya nanti, ia berjanji tidak akan membedakan antara media besar maupun kecil. Namun, di atas segalanya, Tomi adalah benteng idealisme. Ia menegaskan bahwa kemitraan dengan instansi mana pun tidak boleh menumpulkan taji pers sebagai kontrol sosial.

“Saya tidak ingin teman-teman wartawan dibungkam oleh siapa pun. Wartawan harus tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional dan berimbang,” tegasnya.

Di sudut lain, muncul sosok Muhammad Najib. Pria kelahiran Tanah Grogot, 18 Oktober 1990 ini membawa modal yang tak kalah mentereng: pengalaman lebih dari satu dekade di garis depan peliputan.

Menjadi jurnalis di harian Kaltim Post sejak 2015, Najib telah menjelajahi medan jurnalistik yang luas. Mulai dari riuhnya Kota Balikpapan, pelosok kecamatan dan desa di Paser, hingga melakukan tugas peliputan lintas negara ke Malaysia. Corak berpikirnya yang taktis juga didukung oleh latar belakang akademis yang linier, yakni lulusan S1 Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman (2014).

Najib bukan sekadar jurnalis yang piawai menulis berita. Di luar ruang redaksi, ia adalah seorang organisatoris ulung yang aktif di berbagai bidang. Ia tercatat pernah memimpin Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Paser (2022–2025), menjabat Wakil Ketua Perbasi Paser (2023–2027), dan kini mengomandoi Esports Indonesia (ESI) Paser sebagai Ketua Harian (2026–2030).

Menghadapi era disrupsi digital, Najib membawa kegelisahan sekaligus solusi yang visioner. Ia menyoroti tantangan besar media massa saat ini yang kerap kalah saing dengan narasi media sosial yang cepat viral namun minim verifikasi.

“Jangan sampai produk pers kalah viral dan kalah dipercaya dibandingkan informasi di media sosial. Pers harus tetap menjadi rujukan utama masyarakat,” kata pemilik akun Instagram @najibmuh_ ini.

​Fokus utama Najib adalah peningkatan kualitas produk jurnalistik dan literasi media masyarakat. Ia ingin PWI Paser menjadi mitra konstruktif yang tidak hanya melaporkan pembangunan, tetapi juga ikut meningkatkan kapasitas komunikasi publik di berbagai instansi daerah melalui pelatihan jurnalistik, fotografi, hingga produksi video.

Perbandingan Profil Dua Kandidat

Tomi Wirahadi Wijaya. Awal Karier: Pers 2019 (Media Online). Kualifikasi Utama: UKW Jenjang Madya. Kekuatan Utama: Penguatan internal organisasi & hubungan antar lembaga. Fokus Visi: Solidaritas, kesejahteraan anggota, & independensi pers.

Muhammad Najib. Awal Karier: Pers 2015 (Kaltim Post). Kualifikasi Utama: S1 Ilmu Komunikasi, Peliputan Internasional. Kekuatan Utama: Manajemen modern, literasi media, & jaringan lintas organisasi. Fokus Visi: Kualitas produk pers, edukasi publik, & kemitraan taktis digital.

Siapa pun yang nantinya terpilih dalam bursa pemilihan periode 2026–2029, PWI Kabupaten Paser dipastikan berada di tangan yang tepat. Tomi Wirahadi Wijaya menawarkan kehangatan sebuah keluarga organisasi yang kokoh, sejahtera, dan tidak tergoyahkan idealismenya.

Sementara Muhammad Najib menawarkan kesegaran manajerial modern, adaptasi digital, dan penguatan kompetensi yang dinamis.

Pemilihan ini bukan sekadar tentang siapa yang menang atau kalah, melainkan tentang bagaimana insan pers di Kabupaten Paser memilih arah masa depan mereka: merawat soliditas dari dalam, atau berlari kencang menjawab tantangan zaman di luar. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.