Menengok Puluhan Tulang Belulang Manusia yang Menjadi Bukti Sejarah di Wisata Goa Tengkorak

251

SOROTONLINE.COM – Goa Tengkorak merupakan satu dari beberapa wisata sejarah yang ada di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, tepatnya berada dibibir sungai Desa Kasungai, Kecamatan Batu Sopang.

Berada di ketinggian 35 meter dari permukaan laut dengan jarak 55 kilometer dari Ibukota Kabupaten Paser melalui jalur darat akan menempuh waktu perjalanan lebih kurang satu jam tiga puluh menit kita akan sampai di Goa Tengkorak.

“Karena berada seberang sungai Desa Kasungai, untuk sampai kesana kita harus menyeberangi sungai sejauh 50 meter dengan meniti jembatan gantung,” kata Muksin kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser, Kamis (2/3/2023)

Tidak cukup sampai disini, untuk sampai ke mulut goa, pengunjung harus berjuang menaiki anak tangga, setelah sampai barulah pengunjung menjumpai lubang setinggi 1,5 meter dan lebar 2 meter dengan panjang 3 meter.

Diujung lubang kata Muksin, terdapat lorong sempit yang harus dilewati dengan cara merayap. Dari lorong sempit itu terdapat ruangan lain yg cukup luas dengan panjang sekitar 10 meter dan tinggi 20 meter.

Selain itu, lubang dilangit-langit gua terdapat jalur laluan air yang membentuk lubang gua, sementara rekahan yang ada membentuk stalaktit atau jenis speleothem yang menggantung dari langit-langit gua.

Asal muasal Goa Tengkorak ini karena lokasi tersebut merupakan penguburan masyarakat di zaman dulu yang memiliki kepercayaan animisme atau biasa disebut oleh masyarakat lokal Kahariangan.

“Didalam goa itu dapat kita temui 35 tengkorak, paling banyak tulang belulang manusia. Goa Tengkorak juga sudah masuk dalam kawasan cagar budaya,” ucapnya.

Dikatakan, di lokasi wisata Goa Tengkorak ini selain berwisata melihat hamparan tengkorak manusia pengunjung juga akan mengenal salah satu situs sejarah di Kabupaten Paser.

“Nilai jualnya ada tengkorak dan tulang belulang manusia yang merupakan sisa jenazah nenek moyang masyarakat setempat,” ujarnya.

Untuk pengembangan kata dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser terus berupaya melakukan beberapa perbaikan utamanya untuk akses jalan menuju ke lokasi.

Selain itu, pengembangan Goa Tengkorak juga bisa di integrasikan dengan beberapa destinasi wisata lainnya seperti Goa Loyang dan wisata Sisir Sungai. (adv)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.