Laka Dua Meninggal, Nurul: Sopir Ngantuk dan Bawa Orang Pakai Kendaraan Barang

849

SOROT – Sebuah mobil Pick Up plat DA mengalami kecelakaan tunggal di Jalan lintas provinsi, tepatnya di kilometer 07 Desa Rangan, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser Kaltim, Senin (11/6/18). Akibat kecelakaan itu dua orang meninggal dunia.

Peristiwa itu bermula saat mobil Pick Up yang disopiri H berangkat dari Kalteng menuju Balikpapan, Kaltim. Dalam perjalanan, H menghentikan mobilnya di daerah Gunung Rambutan Kabupaten Paser, Kaltim.

Dilokasi itu, H bersama dua penumpang lainnya yakni A dan MN beristirahat karena kelelahan menempuh perjalanan panjang. Rupanya H juga merasa mengantuk, lalu meminta kepada MN untuk menggantikan sebagai sopir.

Mereka pun kemudian melanjutkan perjalanan yang dikemengemudikan oleh MN yang ternyata juga mengantuk. Sedang H yang tadinya mengantuk mengambil posisi tidur di bak belakang mobil.

Sesampainya di kilometer 07 Desa Rangan mobil tersebut oleng kekanan keluar badan jalan, lalu menabrak teras rumah warga dan bak mobil Fuso yang parkir di luar badan jalan, tak berhenti sampai disitu, Pick Up itu juga menabrak tiang listrik.

Menurut Kasat Lantas Polres Paser AKP Syarifah Nurhuda, akibat kecelakaan tunggal tersebut, dua orang yang ikut di mobil Pick Up itu meninggal dunia, yakni H dan A yang tak lain adalah ibu kandungnya MN sendiri yang duduk disamping sopir.

“Kecelakaan ini karena supirnya ngantuk dan bawa orang pake kendaraan barang. Jadi dari awal memang sudah melakukan pelanggaran, kemudian ngantuk,” kata polwan yang biasa disapa Nurul.

“Pick Up atau truk, itukan kendaraan barang, kalau dipakai bawa orang dan terjadi benturan maka potensi fatalitasnya akan lebih tinggi,” sambungnya.

Padahal kata Nurul, langkah-langkah yang dilakukan Sat Lantas Polres Paser terkait pencegahan laka, melibatkan mobil barang bawa orang sudah sangat gencar dilakukan.

“Kita lakukan giat preemtif, preventif, represif, patroli dalam dan luar kota, patroli dialogis dari pintu ke pintu, menemui orang-orang, menegur tertulis, tilang dan himbauan dimana-mana,” terangnya.

Nurul menghimbau kepada pengguna jalan, patuhi peraturan lalu lintas dan jangan melanggar. “Kalau menyetir lama perhatikan istirahat, jika ngantuk jangan dipaksa. Ingat, mobil barang bukan untuk orang, lebih baik gunakan bis jika penumpangnya banyak,” tutupnya. (rsd)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.