Proyek Irigasi Rp.1,3 Miliar pun tak berbekas

778

SOROT – Butuh waktu kurang lebih 40 menit menuju lokasi proyek dari jalan besar ke arah Desa Tanah Priuk.

Tepat di jalan sebelah jembatan sungai teratai, SOROT menyusuri jalan tanah berbatuan. Kadang juga mendapati jalan semenisasi , lalu kembali menemui jalan tanah.

Sebenarnya, menuju lokasi bisa juga melalui desa tepian batang, tapi karena menemui kesulitan akhir gagal menuju lokasi proyek normalisasi jaringan irigasi.

Ketika tiba di lokasi, pemandangan di lokasi jauh berbeda. Seperti kondisi akhir 2017.

Jaringan irigasi tak berbentuk. Di saluran nampak dipenuhi rerumputan. Air juga tak terlihat, tidak seperti awal-awal proyek selesai dikerjakan, akhir 2017 lalu.

Bagi warga Desa Tepian Batang, RT 11 Kecamatan Tanah Grogot, keberadaan proyek jaringan irigasi sangat bermanfaat.

Fathur Rahman, Ketua RT 11 Desa Tepian Batang, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kaltim sangat bersyukur adanya proyek normalisasi jaringan irigasi yang ada di wilayahnya.

Akhir 2017 lalu, SOROT bersama wartawan lain sempat berbincang dengan ketua RT 11 Desa Tepian Batang, Fathur Rahman.

Menurut dia, royek yang bersumber dari dana bantuan (Bankeu) provinsi tahun 2017 itu, hasilnya sangat bermanfaat bagi warga petani.

“Panjang normalisasi irigasi ini delapan kilo, dan ini sudah sangat membantu petani kita disini. Disinikan kadar asamnya tinggi, dengan adanya perbaikan irigasi tentu memperlancar air dan mengurangi kadar asam,” kata Fathur Rahman saat itu.

Selain itu, Fathur juga mengaku sangat senang dengan kontraktor yang melaksanakan pekerjaan normalisasi jaringan irigasi tersebut, ia menilai proyek itu dikerjakan secara baik.

“Saya memang percaya kalau Pak Haji yang kerja, benar-benar bagus dan sempurna. Walaupun pekerjaan sudah selesai, tapi Beliau tetap menanyakan kabar proyek ini, kalau ada yang kurang minta disampaikan,” ucapnya.

Dengan hasil yang tidak asal-asalan, Fathur pun berharap kedepannya, jika ada proyek yang sama di desanya agar dikerjakan oleh kontraktor yang sama.

“Nanti mau kita usulkan lagi tambahan normalisasi, dan harapannya kalau dikasi, kita maunya Pak Haji lagi yang mengerjakan,” harapnya.

Berdasarkan pantauan SOROT saat mengunjungi Senin pekan lalu, proyek normalisasi jaringan irigasi yang bernilai Rp 1, 3 miliar itu sudah tak berbentuk lagi.

Tidak terlihat air jernih, ditumbuhi rerumputan, banyak kotoran dan berlumpur. Sayang proyek, miliaran tapi kaya barang habis pakai.(rsd)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.