Dandim 0904/TNG: Sinkronisasi Menjadi Satu Kekuatan Mengantisipasi Karhutla

976

SOROT – Rapat Koordinasi (Rakor) sinkronisasi pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Paser, Jumat (15/9/17) berlangsung di Aula Kodim 0904/TNG jalan Noto Sunardi Tanah Grogot.

Acara tersebut dihadiri Dandim 0904/TNG Letkol Arh Ardian Patria Chandra, MSc, Kabag Ops Polres Paser Kompol Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser Edwar Effendi, Perwakilan Manggala Agni.

Juga turut hadir seluruh Danramil, instansi terkait, sejumlah Wartawan Peduli Bencana (Wapena) Paser, dan beberapa perusahaan.

Menurut Dandim 0904/TNG, kegiatan tersebut didasari Surat Keputusan (SK) Gubernur Kaltim tentang status darurat dan pembentukan Satuan Tugas (satgas) bencana karhutla di Kaltim.

Dalam keputusan itu, Danrem ditunjuk sebagai incident commander di Kaltim sementara Dandim sebagai Bansus satgas apa bila terjadi bencana karhutla ditingkat provinsi.

“Ditingkat kabupaten ini kan belum, sehingga kita berinisiatif untuk mensinkronkan semua semberdaya yg ada disini. Karena disini sudah ada BPBD, Manggala Agni, Polri dan TNI. Ini kita sinkronkan menjadi satu kekuatan untuk mengantisipasi karhutla, apabila terjadi pun kita akan lebih siap,” kata Dandim.

Salah satu langkah yang sudah diambil kata Ardian, adalah kesepakatan membentuk posko terpadu, dan setelah posko terpadu di kabupaten terbentuk maka akan diikuti posko taktis disetiap kecamatan.

Ia berharap agar penanganan karhutla menjadi satu komando, sehingga bila terjadi permasalahan atau kebakaran perintahnya satu komando, dan ini jelas tidak menyulitkan. Siapapun ketuanya yang penting persoalan bisa terselesaikan.

“Selama ini masih terpisah-pisah, Manggala Agni punya posko sendiri, Polri punya posko sendiri, BPBD juga punya posko sendiri dan TNI pun punya posko sendiri. Alangkah bagusnya ini kita jadikan satu kekuatan untuk menghadapi karhutla,” urainya.

Dikatakan, terkait alat antisipasi karhutla, nantinya akan diinventarisir dari beberapa sumberdaya yang dimiliki, dan penempatannya difokuskan berdasarkan prioritas. “Desa mana yang sering kebakaran ya mungkin disitu kita perbanyak alat,” ucap Ardian.

Sementara itu, Kepada Pelaksana BPBD Paser Edwar Effendi, mengatakan pihaknya sudah membentuk satgas penanggulangan karhutla, sesuai petunjuk dari provinsi dengan keputusan Bupati Paser tentang pembentukan satgas penanggulangan karhutla serta bencana asap di Kabupaten Paser.

“Ini anggotanya terdiri dari seluruh dinas instansi terkait, dan ini sudah kami bentuk tanggal 31 mei 2017 lalu,” kata Edward Effendi.

Sedangkan terkait status siaga bencana berdasarkan SK Bupati Paser tentang penetapan status siaga bencana karhutla di Kabupaten Paser. Edward mengaku hal itu dikarenakan adanya beberapa titik kejadian kebakaran.

“Kami melihat keadaaan kejadian di titik spot yang ada di Paser, maka kami tingkatkan menjadi status siaga bencana, dengan SK bupati tanggal 2 Agustus 2017,” ucapnya.

Adapun mengenai anggaran setelah ditetapkannya status siaga bencana karhutla, BPBD Paser sudah mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser.

“Anggaran pemerintah daerah sudah mendukung, namanya dana tak terduga, itu bisa digunakan semua bencana yang ada termasuk bencana karhutla,” ucapnya.

Besaran anggaran berdasarkan informasi yang diterima kata Edward sekitar Rp 1 Miliar, dana tersebut untuk seluruh bencana di Kabupaten Paser.

“Informasi sementara disiapkan dana Rp 1 Miliar, tapi sebagian ini sudah pernah kita cairkan untuk dana banjir 2017, kemudian karhutla ini lagi yang kita minta,” terangnya. (rsd)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.