Mahasiswa Paser di Kalsel Banyak Milih Kost Ketimbang Tinggal di Asrama, Begini Alasannya…

1809

SOROT – Mahasiswa asal Kabupaten Paser, Kaltim sampaikan unek-unek saat Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kalsel.

Dalam kunjungannya, Yusriansyah bersama rombongan langsung menyambangi beberapa asrama mahasiswa, baik yang berstatus milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser, maupun status kontrak.

Pada kesempatan itu, Ketua Asrama Putra Kandilo Banjarmasin Muhammad Rizani melaporkan jumlah mahasiswa yang kuliah di Banjarmasin cukup banyak, yakni sekitar 600 orang.

“Untuk putra 200 orang dan putri 400 orang. Namun mereka kurang berminat tinggal di asrama,” kata Muhammad Rizani, Selasa (12/9/17) dalam pertemuan di Asrama Putri Petung yang berada di kawasan Cendana 1 Banjarmasin.

Kurangnya minat tinggal di asrama kata Rizani dikarenakan mereka ingin bebas dan tidak terikat dengan aturan-aturan di Asrama. Dengan alasan itu, sehingga jumlah mahasiswa di asrama putra hanya 20 orang.

“Jumlah kamar asrama ada 18, jadi satu kamar satu orang. Yang lain enggan tinggal di asrama, katanya di asrama disiplin, banyak aturan, ada jadwal piket, harus bersih-bersih, mereka ingin bebas dengan memilih kost, padahal aturan ini untuk membentuk kepribadian kita sendiri,” paparnya.

Berbeda keluhan yang disampaikan Ketua Asrama Kandilo Putri Banjarmasin, Munarah, ia mengeluhkan kondisi fisik asrama yang harus diperbaiki, seperti WC yang rusak dan buntu.

“Selain perbaikan fisik gedung, kita juga meminta diberikan fasilitas seperti televisi, kipas angin, mesin cuci, dan lemari pakaian,” kata Munarah.

Keluhan lain juga datang dari Ketua Asrama Putri Seratai Banjarbaru, Nur Keti, ia meminta perbaikan fisik gedung asrama, perbaikan pagar, plafon, pintu kamar dan perbaikan wc yang buntu.

Tak hanya itu, ia juga mengusulkan penambahan kasur, pemasangan jaringan internet/wifi untuk penunjang tugas kuliah.

“Mahasiswa zaman sekarang lebih banyak tugas-tugas melalui email pak, kami sangat butuh wifi untuk menunjang kelancaran kuliah,” ucap Nur Keti.

Dalam kunjungan bupati tersebut, sejumlah mahasiswa juga meminta bantuan beasiswa yang bisa merata kuotanya hingga mahasiswa yang kuliah di luar wilayah Kabupaten Paser.

Menanggapi keluhan dan usulan mahasiswa terkait sarana prasarana asrama dan beasiswa, Bupati didukung ketua DPRD Paser Kaharuddin menyatakan hal itu akan segera ditangani melalui anggaran perubahan maupun pada anggaran APBD tahun 2018.

“Yang terpenting kalian belajar dengan baik, karena kalian adalah penerus bangsa dan menjadi harapan generasi pemimpin Paser,” kata Yusriansyah.

Untuk diketahui, sebelumnya dalam kunjungan yang sama bupati dan rombongan juga melakukan kunjungan kerja ke asrama putra dan putri Paser yang berada di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalsel.

Ketua Asrama Daya Taka Amuntai, Shaleh Maulana menyampaikan banyak harapan selain peningkatan sarana dan prasarana, bantuan beasiswa, sampai status asrama yang masih kontrak. (rsd)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.