Arda, Atlet Tenis Meja Asal Paser Dapat Kesempatan Berlatih di Jerman

1430

SOROT – Arda Ramadani atlet tenis meja yang juga warga Desa Sangkuriman Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser, Kaltim mendapat kesempatan berlatih di klub tenis meja Divisi Lima Jerman, Stadtallendorf selama tiga bulan.

Pemuda yang baru lulus di bangku SMA itu, sudah bergabung di klub Jerman sejak Februari melalui program latihan di luar negeri dari Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) bersama klub jerman itu. Dia juga sudah banyak mengikuti rangkaian pertandingan antar klub di Negeri Hitler/Nazi itu.

Ketua PTMSI Cabang Paser, Ahmad Beni mengatakan, klub Jerman itu tertarik merekrut setelah melihat Company Profile dan video Arda saat bermain.

“Klub Jerman tertarik merekrut Arda setelah melihat Company Profile dan Videonya, dan kesempatan berlatih dengan klub luar negeri merupakan kesempatan langka dan jarang sekali terjadi,” kata Beni, Sabtu (3/3/18).

Menurut Beni, jika kualitas permainan Arda selama tiga bulan mengalami peningkatan, besar kemungkinan klub Jerman akan memperpanjang kontrak Arda. Bergabungnya Arda di klub Jerman diharapkan ada peningkatan permainan.

“Harapannya ada peningkatan permainan selama di Jerman. Sebab Arda akan mewakili Paser di Porprov tahun ini, dan semoga bisa mewakili Kaltim pada PON tahun 2020 di Papua,” ucapnya.

Sementara Darmansyah, orangtua Arda mengaku bangga dengan anaknya yang memiliki kesempatan bergabung dengan klub tenis meja di Jerman. Menurutnya sejak Arda berusia lima tahun sudah memiliki bakat bermain tenis meja.

“Sejak umur lima tahun sudah ikut anak saya bermain tenis meja. Arda memang sudah kelihatan minatnya ke tenis meja,” ujar Darmansyah.

Arda kata dia, pernah mengikuti pelatihan di Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) Samarinda dan bergabung bersama tim tenis meja di Surabaya. Ia sempat juga sempat mengikuti Training Centre (TC) PON Bandung tahun 2016, namun tidak berhasil menembus tim inti mewakilli Kaltim.

“Arda pernah masuk di SKOI Samarinnda dan juga pernah masuk tim inti PON Bandung tahun 2016. Tapi ia tidak masuk empat besar saat PON Bandung,” Ujar Darmansyah.

Darmansyah berusaha mensupport keinginan anaknya untuk menjadi pemain tenis profesional. Berbagai usaha telah diupayakan agar keinginan itu terwujud, diantaranya bisa berlatih di klub luar negeri seperti saat ini.

“Biaya hidup di Jerman sangat mahal. Saya terus berusaha mencari biaya untuk mencukupi kebutuhannya Arda di sana. Saya berharap ada sedikit bantuan dari pemerintah,” ucapnya. (rsd)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.