Hebat…!! Gadis Cantik Ini Langganan Rangking Kelas Dari SD Hingga SMA, Begini Harapannya

2750

SOROT – Sejak kecil Rabiah sudah membuat kedua orang tuanya bangga lewat prestasi yang didapat di sekolah, selama 6 tahun menuntut ilmu di Sekolah Dasar (SD), rangking saat kenaikan kelas sudah menjadi langganannya.

“Alhamdulillah mulai kelas satu sampai kelas enam SD nggak lepas dari rangking satu, dua atau tiga. Dan orangtua sangat senang saya dapat rangking,” kata gadis cantik ini, saat dihubungi sorotonline.com melalui telpon seluler, Rabu (16/5/18).

Setelah lulus SD di Desa Kerang, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, Kaltim, anak bungsu dari empat bersaudara ini berkeinginan masuk pesantren untuk melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Dengan senang hati kedua orang tuanya merestui putrinya masuk pesantren, Rabiah kemudian memilih mondok di Pondok Pesantren Al Ihsan Tanah Grogot untuk melanjutkan pendidikan di MTs.

Di Sekolah ini, Rabiah kembali menunjukkan kemampuan meraih rangking disaat kenaikan kelas, meski diakui dirinya sempat merasakan sekali berada di rangking empat.

“Waktu di MTs saya kan mondok di pesantren, disini kalau istirahat jam sekolah saya sering pulang ke asrama cari makan dulu, akhirnya saya sama teman sering bolos sekolah, makanya anjlok nilai sampai rangking empat, ucapnya mengenang.

Saat mendapatkan rangking empat, Rabiah berupaya bangkit dan tekun belajar agar bisa tetap membuat bangga kedua orangtua, ia tak mau lagi bolos sekolah karena hanya merugikan dan bisa mengecewakan orangtua.

“Sejak dapat rangking empat, saya merasa bersalah sama orangtua, disitu saya berusaha bangkit dan terus belajar,” ucap dara kelahiran 24 September 1994.

Tak sia-sia, usaha yang dilakukannya akhirnya membuahkan hasil, Rabiah kembali menjadi bintang di kelas. Hingga lulus MTs ia mendapat nilai cukup tinggi.

Untuk lanjut ke tingkat SLTA, Rabiah harus kembali ke Desanya di Kerang atas permintaan orangtuanya, di desa itu ia melanjutkan SMA, lagi-lagi prestasi rangking kenaikan kelas kembali berpihak kepadanya.

“Sebenarnya mau lanjut Aliyah di pesantren, tapi orangtua minta ditemani, akhirnya lanjut SMA di Kerang,” ujar pemilik akun Instagram rabiah_effendy.

Saat lulus SMA, Rabiah mendapatkan beasiswa perguruan tinggi, dan dinyalakan lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), dan mengambil Program Studi Ilmu keperawatan di Fakultas Kedokteran Unlam Banjarbaru.

Untuk menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) Rabiah hanya butuh waktu selama 3,5 tahun kuliah di perguruan tinggi tersebut, hingga akhirnya diwisuda. “Tiga setengah tahun itu teori, kemudian untuk praktek satu tahun di rumah sakit,” ucapnya.

Saat pemintaan profesi, Rabiah memilih keperawatan kegawatdaruratan untuk mengasah skill dan kognitifnya. Selain itu Ia berharap bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidangnya tersebut. (rsd)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.