Pojok Baca Tersebar di Sejumlah Tempat, Termasuk Kapal Rute Grogot – Tanjung Aru

695

SOROT – Perpustakaan adalah suatu wadah layanan publik yang disediakan oleh Pemerintah Daerah untuk masyarakat, guna mendapatkan informasi melalui literasi yang bisa mencerdaskan mereka melalui buku-buku yang tersedia sesuai kebutuhan.

“Tujuan perpustakaan melaksanakan amanat Undang-undang Dasar 1945 sebagai wahana mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Herwati Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Kabupaten Paser, Kamis (21/10/18).

Perpustakaan kata Herwati, tempat dimana semua lapisan masyarakat dari segala umur, dari balita sampai usia lanjut bisa terus belajar tanpa dibatasi usia dan ruang-ruang kelas.

“Di perpustakaan tidak mengenal usia pendidikan, mulai dari anak-anak sampai yang tua semua mendapatkan layanan disini. Kalau anak usia dini kita berikan layanan yang namanya layanan wisata edukasi,” ucapnya.

Anak-anak yang datang ke DKP diawali dengan senam, dan jika jumlahnya sampai seratus orang maka mereka dibagi menjadi beberapa kelompok, lalu melakukan berbagai aktivitas disetiap kelompok.

“Karena masih dunia bermain, jadi anak-anak yang kesini merasa berwisata, ada yang belajar dibidang keterampilan misalnya membuat layang-layanng, ada juga yang membuat aksesoris dari barang bekas,” ujarnya.

Di perpustakaan juga tersedia ruang visual dan ruang dongeng sehingga anak-anak bisa menonton film pendidikan atau mendengarkan cerita dongeng.

“Petugas kita mendongeng supaya anak merasa ternyata kalau kita bisa baca buku banyak yang bisa kita dapatkan. Jadi dongeng ini salah satu cara merangsang minat baca anak,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan minat baca, DKP juga pernah menggandeng Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Paser, dengan kegiatan memberikan pelajaran kepada anak cara cuci tangan yang baik sebelum makan.

Selain itu kata dia, bagaimana buku mendekati masyarakat, pihaknya juga mempunyai program sirkulasi pojok baca yang tersebar dibeberapa tempat, dan setiap tempat diberikan lima puluh judul buku.

“Pojok baca ada beberapa tempat, seperti di rutan, kepegawaian, BRI, perikanan, pengadilan, kejaksaan, bappeda, polres, kodim dan di kapal rute Tanjung Aru – Tanah Grogot. Kita juga punya mobil keliling dan taman bacaan,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat, salah satu kegiatan upaya peningkatan minat baca atau menjadikan orang gemar membaca dikalangan siswa sekolah mulai dari TK hingga SMA, maka DKP akan menggelar lima lomba.

Kelima lomba tersebut yakni, lomba mewarnai untuk siswa TK/RA, lomba bercerita untuk SD/MI, lomba majalah dinding (mading) untuk SLTP/MTs, lomba film pendek untuk SLTP/MTs dan lomba menulis cerita pendek (cerpen) untuk Siswa SLTA/MA.

Sementara terkait arsip, selain mengelola arsip sendiri, DKP juga melakukan layanan kearsipan, pembinaan, pelatihan dan penataan ke semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kantor desa, kelurahan, kecamatan dan BUMD yang dibiayai APBD termasuk pihak swasta yang berada di Paser.

“Tahun ini kami melakukan pembinaan 10 OPD, Terakhir kemarin tim saya berada di di Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga. Jadi kita mendatangi door to door, karena berdasarkan Undang-undang Kearsipan dan Intruksi Bupati bahwa setiap OPD membentuk unit kearsipan,” jelasnya.

Dikatakan, tahap pertama yang sedang rintis DKP adalah arsip statis yang artinya arsip yang bernilai sejarah, arsip yang bisa melangsungkan operasional pemerintah daerah.

“Seperti sertifikat pemda, itu statis tidak bisa dimusnahkan dan tidak boleh diperbaharui, kalau itu hilang menggangu stabilitas kita, orang bisa saja menggugat. Ini yang sedang kita rintis dan harus terjaga,” ujarnya.

Oleh karena itu kata dia, ada empat pilar yang harus dimiliki pemerintah daerah, yaitu: (1) Tata Naskah Dinas, (2) Jadwal Retensi Arsip (JRA), (3) Klasifikasi Arsip, dan (4) Sistem Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip. “Ini tugas kami dan sedang dibuat,” tutupnya. (adv)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.