Pasien COVID-19 yang Meninggal di Paser Sempat Dua Kali Masuk Rumah Sakit

184

SOROT – Satu orang pasien di RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot berjenis kelamin perempuan (48) warga Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur meninggal dunia pada tanggal 18 Juni 2020.

Belakangan diketahui, berdasarkan hasil swab yang keluar pada 23 Juni 2020, ternyata pasien tersebut positif COVID-19. Dalam konferensi pers, Kamis (25/6) di Tanah Grogot, disebutkan pasien itu dengan kode PSR 23.

Plt Direktur RSUD Panglima Sebaya dr Nurdiana yang hadir dalam konferensi pers mengatakan, pada tanggal 10 Juni 2020 PSR 23 masuk di IGD RSUD Panglima Sebaya lalu dilanjutkan perawatan di ruang bedah.

“Tanggal 12 Juni dilakukan tindakan operasi kecil, 14 Juni pulang, dan 16 Juni datang kembali ke RSUD Panglima Sebaya dengan keluhan sesak nafas berat dan dimasukkan ke ruang ICU,” kata Nurdiana, Kamis (25/6).

“Dan ini tentunya sudah dilakukan rapid dua kali sebelumnya, dan hasilnya non reaktif. Pada tanggal 18 Juni meninggal dunia, disini kami sempat mengambil swab dan hasilnya keluar 23 Juni dan dinyatakan positif,” tambahnya.

Terkait hal itu, serta dikawatirkan adanya kemungkinan terjadi transmisi lokal, maka pihak rumah sakit mengambil langkah, diantaranya melakukan tracking dan swab ke karyawan rumah sakit.

“Kemungkinan juga sebagian besar tenaga medis kami yang terlibat kemarin bisa terpapar, kami melakukan tracking, kami juga sudah melakukan swab ke karyawan kami di rumah sakit,” terangnya.

“Pegawai kami kurang lebih 203 orang, tapi karena keterbatasan alat di Samarinda sampel dibagi dua, 80 sampel tadi malam yang sudah dikirim karena tidak bisa kami kirim semua,” sambungnya.

Selain melakukan swab, pihak rumah sakit juga membatasi kunjungan pasien, tak hanya itu, poli rawat jalan juga dibatasi yang sebelumnya buka sampai pukul 16.00 WITA tapi sekarang dibatasi hanya 14.00 WITA.

“Termasuk juga pelaksanaan rawat jalan, kami juga berkordinasi dengan Dinas Kesehatan, untuk rujukan dari puskesmas, terkecuali berat baru dirujuk ke rumah sakit, begitu juga dengan pasien dengan penyakit kronis gak mungkin kita gak layani,” terangnya. (adv/kfp)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.