Pedagang Pakaian Pasar Senaken Menggalang Dana Untuk Bocah Terminum Air Aki

709

SOROT – Seriah pedagang pakaian Pasar Induk Senaken Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kaltim, terpaksa melakukan penggalangan dana untuk membantu Muhammad Habsyi, bocah berusia 15 bulan yang terbaring di RSUD Ulin Banjarmasin, Kalsel.

Menurut Seriah penggalangan dana itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian membantu sesama untuk meringankan beban biaya yang dikeluarkan orangtua Muhammad Habsyi selama dalam perawatan bocah tersebut.

“Ini inisiatif sendiri meminta bantu kepada teman-teman pedagang pakaian Pasar Senaken sini, karena orangtua Habsyi sendiri juga pedagang pakaian disini,” kata Seriah, Kamis (15/12)

Dana yang terkumpul dari hasil sumbangan peduli Habsyi kata Seriah, berjumlah Rp 1,35 Juta. Dana itu langsung dikirim ke rekening orangtua Habsyi.

“Setelah terkumpul uangnya, saya langsung telpon Pak Muslim bapaknya Habsyi untuk minta nomor rekeningnya biar bisa langsung ditransfer, waktu ditelpon beliau menangis setelah saya ceritakan soal penggalangan dana ini,” kata Seriah.

Menurut seriah, penyebab masuknya bocah yang berdimensi di jalan Hasanuddin Tanah Grogot itu ke rumah sakit karena sebelumnya sempat terminum air aki.

“Habis minum air aki itu ndak lama muntah-muntah, oleh orang tuanya langsung dibawa ke rumah sakit sini (di Tanah Grogot), cuma berapa hari, kemudian orang tuanya minta agar dirawat di rumah sakit yang ada di Banjarmasin,” ucap Seriah.

Selama Habsyi dirawat di rumah sakit lanjut Seriah, sejak itu juga toko pakaian orangtuanya tak pernah dibuka. “Sudah sekitar dua bulan lebih tokonya tutup, karena sampai sekarang masih nungguin anaknya di rumah sakit,” tutur Seriah.

Sementara tetangga toko Muslim yang tak mau di mediakan namanya mengatakan, selama perawatan Habsyi di rumah sakit sudah menghabiskan biaya puluhan juta, sehingga Muslim melakukan penggalangan dana di jalan di Ibukota Kalsel itu.

“Waktu saya ke Banjarmasin menjenguk di rumah sakit, sempat saya liat ada beberapa lembar uang kertas di kardus, katanya uang hasil sumbangan yang didapat di jalan,” tutur wanita yang juga berprofesi sebagai pedagang pakaian di Pasar Induk Senaken itu. (rsd)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.